Mencintai dalam Diam
Sandi menatapnya lekat-lekat, tidak mengerti kenapa Kania membela asisten tersebut dengan begitu gigih.
"Lalu apa yang nggak bisa dimaafkan?"
Kania menundukkan kepala, banyak gambaran melintas di benaknya.
Terdampar di salju, dihujani menara sampanye, hingga kehilangan draft pentingnya.
Satu per satu, mana yang tidak lebih serius dibandingkan satu nomor telepon?
Pada akhirnya, Kania memilih untuk memaafkan, memaafkan semua kesalahan yang dibuat Sandi, memaafkan semua luka yang disebabkan Sandi.