Janji Amanda
Larasatiameerahari-hari dimanjakan pamanamandel memerahkata penyemangat di pagi harikata lucu pagi hari
“Eh, biasa aja dong, lo! Lagian gue juga nggak sengaja. Lo nya aja yang salah. Kenapa nggak ngehindar pas gue nendang tuh kaleng? Pasti lo juga lagi ngelamun kan, di tengah jalan. Kebiasaan lo.”
Amanda berkacak pinggang, aliran darahnya seperti berkumpul di otaknya dan siap meledak kapan saja. “Kenapa jadi lo yang lebih galak dari gue? Harusnya kan gue yang marah. Gue yang kena timpuk kenapa malah lo yang marah-marah sama gue?”
“Karena itu emang salah lo.”
“Apa susahnya sih, bilang ‘maaf’ gitu aja?” semprot Amanda. “Kalo lo salah ya harusnya minta maaf, dong! Jangan marah-marah mulu!”
Hot Chapters