Cinta Telah Padam, Jalan Kita Berpisah
Anto hanya menatap dalam diam, air matanya jatuh satu per satu, tetapi tidak ada suara tangisan yang terdengar.
Aku merasakan kesedihan yang menyelimuti Anto, kemarahan membara di dadaku, tapi aku tidak bisa melakukan apa-apa.
Akhirnya, air mata Anto sudah kering. Dia lalu berkata dengan pelan. "Ibu, sudah waktunya kita pergi."
Aku segera berkata penuh kasih, "Ya, kita pergi malam ini."
Ketika lomba berakhir, aku dan Anto berjalan keluar. Di gerbang, kami kembali berpapasan dengan keluarga kecil bahagia itu.
Capítulos Populares