Selir Yang Terlupakan
Ia mencium punggung tanganku, matanya menatap ke arah taman tempat bunga melati tumbuh subur dan harum, menembus udara pagi yang segar.
"Kita telah melewati begitu banyak hal, Lianhua. Pengkhianatan, perang, keraguan, perpisahan... tapi setiap kali kita berdiri bersama, kita selalu menang. Bukan karena kita kuat sendirian. Tapi karena kita menjadi kuat saat kita bersama."