Bastard Sister
“Oh, gitu. Kukira pacarmu. Aku jadi sempat gelisah tadi. Takut ternyata aku sudah sok akrab sama pacar orang.”
“Jadi, kalau aku sudah punya pacar, kamu nggak mau temenan sama aku. Begitu?”
“Eh, bukan begitu, Si. Aku cuma nggak enak ajalah. Masa pacar orang aku kunjungi. Ngerti kan, maksudku.”
“Nggak.” Aku lalu tertawa kecil. Menahannya dengan telapak tangan agar Mama tidak terbangun.
“Ye, dasar!” Lintang ikut tertawa di sebrang sana. Membuatku makin lebar saja tersenyum dari sini.
Hot Chapters