Mabuk Janda
Lantas, Aku langsung menyudutkan dirinya.
“Di mana mereka sekarang!” Aku menggertaknya. Namun, di luar dugaan wanita itu langsung bersimpuh di kakiku sehingga posisi kepalanya yang sejajar dengan juniorku.
“Ampun jangan sakiti saya, saya hanya disuruh oleh mereka,” Wanita berhijab itu menangis sambil memeluk salah satu kakiku dengan ketat sehingga sesuatu yang kenyal yang tidak seharusnya tersentuh olehku menempel ketat dibawah sana. sedikit membuat darahku berdesir.