Tawanan Cinta Tuan Abizar
Karpet mewah—yang entah dapat darimana—terbentang di tengah-tengah ruangan seperti altar untuk melakukan ijab kabul?
Jelas sekali apa yang terjadi. Omar tidak memberitahunya kalau sudah mempersiapkan hal ini. Abizar hanya bisa membatu saat Pak Ari mendekatinya, menjabat tangannya seperti calon mertua, mengeluarkan amanah dan pesan-pesan untuk menjaga dan mencintai Mawar. Abizar hanya bisa mengangguk, bersumpah akan menjaga Mawar dan kembali bisu. Melihat penampilan keduanya yang terlalu santai, Mawar didandani, memakai kebaya mahal yang entah siapa yang membelinya—Omar 'kah? Abizar dipakaikan jas hitamnya, ini juga pasti dari Omar.
Mereka disandingkan. Begitu saja. Sumpah, Abizar sama sekali
Hot Chapters