Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Aku Melihatmu Saat Melihat Bunga

Aku Melihatmu Saat Melihat Bunga

Jadilah aku memilih duduk tenang sambil memperhatikan keadaan sekitar. Lima belas menit setelahnya Syailendra masuk lagi ke dalam mobil, satu tangannya membawa bunga... Angelica kalau tidak salah itu namanya. Lalu salah satu tangannya lagi menenteng plastik putih. Dia memberikan bunga itu padaku dan berkata, “Ayok foto, terus upload deh.” Aku memicingkan mata menatapnya, lalu memperhatikan bunga yang Syailendra berikan.
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai meja vas bunga
Baca
+Pustaka
Istri yang Kau Selingkuhi Ternyata Anak Pewaris

Istri yang Kau Selingkuhi Ternyata Anak Pewaris

ucapku. "Sama-sama Bu, apa ada lagi?" "Tidak ada, terimakasih." Bian mengangguk dan pamit keluar ruangan. Aku memasukkan mawar itu ke dalam Vas. Dan meletakkannya di sudut meja kerjaku. "Lumayan menambah suasana jadi lebih segar." Aku bermonolog menatap vas yang berisi satu tangkai mawar itu. Aku kembali duduk menekuri pekerjaanku.
9.4326.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.8K kali sebagai meja vas bunga
Baca
+Pustaka
DINIKAHI PRIA PLAYBOY

DINIKAHI PRIA PLAYBOY

Sebuah ucapan seperti sepasang suami istri yang saling mencintai saja. Merasa penasaran pun Adeeva mengambil bunga itu dan menghirup aromanya yang sangat wangi juga segar. Adeeva tersenyum tipis dan meletakkan kembali di atas meja. Mungkin nanti ia akan membeli vas bunga. Di saat menduduki kursi barunya, Adeeva semakin tersenyum lebar karena tak pernah menyangka akan jadi seorang pimpinan meski pakai jalur khusus.
106.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 212 kali sebagai meja vas bunga
Baca
+Pustaka
Tunjukkan Pesonamu, Nina!

Tunjukkan Pesonamu, Nina!

"Tunggu, ini vas bunga yang mana sih? Kalau kamu mau nanti abang belikan yang lebih bagus, Nggit." "Itu lho vas bunga warna biru di samping TV besar," Tunjuk Intan pada tempat di sebelah TV, bekas vas yang tadi pagi masih tertata cantik disana. Intan tidak sadar bahwa ekspresi Bagas mengeras. Bibirnya masih saja berbicara, "Lagipula itu kan cuman vas bunga. Harganya nggak seberapa sama jam tangan mahal yang kamu pakai sekarang."
106.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 243 kali sebagai meja vas bunga
Baca
+Pustaka
Dalam Dekap Hangat Bos Dinginku

Dalam Dekap Hangat Bos Dinginku

Perabotan makan, seperti piring porselen dengan ornamen klasik, sendok, garpu, dan pisau berkilauan, diatur dengan rapi di sepanjang meja. Sebuah vas bunga dengan rangkaian mawar merah yang segar diletakkan di tengah-tengah meja, menambah nuansa romantis dan memikat. Lilin beraroma vanila ditempatkan di beberapa titik meja, menciptakan pencahayaan yang lembut dan hangat.
1042.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai meja vas bunga
Tampilkan Ulasan (25)
Baca
+Pustaka
Sophia Setiawan
cerita yang luar biasa serta akhir yg bahagia dan selalu menginspirasi.. makasih kak Indy karya karyamu selalu the Best. dan selalu menunggu karya karyamu selanjutnya. tetap sehat, semangat dan selalu bahagia..
Senja jingga
Suka novel ini. Aku jg suka cara penyampaian authornya. Bisa nyampe gitu perasaan tokohnya. Trs bahasanya jg bagus bgttt. Btw novel ini tuh tiap episode sllu bikin penasaran. Author update 3 bab atau 5 bab aja bikin ngerasa ga sabar mau baca lg wkwk saking nagihnya...
Baca Semua Ulasan
Istri Pengganti Saudara Tiri

Istri Pengganti Saudara Tiri

Bunga Aster dan Bunga Iris menghiasi vas bunga yang dulunya kosong dan berdebu di atas meja makan. Beberapa tanaman pot bermunculan di sana-sini, memberikan rumah dengan nuansa artistik yang berani dan menyegarkan di saat yang sama. "Bagaimana menurutmu? Rasanya berbeda, bukan? Rumah ini sebelumnya sudah cukup bersih, tetapi dengan merapikan beberapa barang yang terlihat berantakan, rumah ini serasa lebih menarik untuk dipandang." Ucap Stella.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai meja vas bunga
Baca
+Pustaka
Jangan Membenci Cinta

Jangan Membenci Cinta

gumam Bee neoangsa namun tak urung ia melangkah hati-hati melewati lampion. “Hai ...,” sapa Bee setelah sampai di dekat meja dan lelaki itu telah berdiri. Menarik kursi untuk Bee duduki kemudian duduk di depannya. Dua tangkai bunga mawar di dalam pot kaca yang berada di tengah-tengah meja menjadi perhatian Bee. Terdapat lima tangkai tergeletak di sisi kanan meja dan lima tangkai lagi di sisi kiri meja.
1054.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai meja vas bunga
Baca
+Pustaka
DITALAK LEWAT WA DINIKAHI DUDA KAYA

DITALAK LEWAT WA DINIKAHI DUDA KAYA

sentak Lina sembari melempar vas bunga ke arah Meira. Beruntung Kemal sigap menepis vas itu hingga hancur terbentur tembok, kalau tidak, tentu wajah Meira yang terkena hantaman vias keramik itu. Dada Meira berdegup kencang saat terdengar vas bunga berhamburan ke lantai. Aldo pun segera memeluk bundanya karena kaget dan takut.
10336.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12.5K kali sebagai meja vas bunga
Tampilkan Ulasan (23)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Zizizaq
Baca karya orang buat belajar, DNA ini karya yang keren! Baca juga karya Zizizaq. 1. Antara mencintai dan melupakan (tamat 2. Nikah Kontrak berbuah cinta (tamat 3. Wanita ketiga duda kaya (tamat 4. Siksaan dari tunangan kakakku
Baca Semua Ulasan
Hamil Anak Genderuwo

Hamil Anak Genderuwo

Pandangan Bu Melisa beralih pada bunga mawar yang berada di vas, yang diletakkan di atas meja, yang terlihat mulai layu. Wanita itu segera meraih bunga mawar itu dan membuangnya ke tempat sampah. "Sebaiknya aku harus membeli bunga yang lain, agar ruangan ini tidak terlalu bau," gumamnya sambil hendak membuang sisa air di dalam vas bunga.
1024.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 724 kali sebagai meja vas bunga
Baca
+Pustaka
PELUKAN PANAS SANG PRESDIR

PELUKAN PANAS SANG PRESDIR

tanyanya cemas, melihat ekspresi Marven yang sudah tampak tidak sabar. Matanya langsung tertuju pada vas bunga yang terletak di meja kerja Marven, mata itu menunjukkan ketidakpuasan yang jelas. “Kenapa ada ini di sini?” Marven bertanya dengan suara berat, sambil menunjuk ke arah vas bunga berisi bunga warna-warni cerah di atas meja.
8.529.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 979 kali sebagai meja vas bunga
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status