Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Lamaran Tiga Lelaki Hebat Warisan Kakek

Lamaran Tiga Lelaki Hebat Warisan Kakek

Membawa pipi yang merona, ia membawa bunga itu ke dalam dan meletakkannya di meja, berdampingan dengan bunga pemberian Ben sebelumnya yang mulai layu. Kelopak layunya berguguran dan jatuh ke atas meja, sebagian juga masuk di permukaan air dalam vas kaca. Sabella membiarkan dan hanya membuang kelopak yang jatuh di atas meja. Ia tengah buru-buru. “Ayo, turun,” ajak Ben lembut.
102.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai meja vas bunga
Baca
+Pustaka
Dicampakkan Suami Setelah Mantan Kekasihnya Kembali

Dicampakkan Suami Setelah Mantan Kekasihnya Kembali

Ini benar-benar awal baru baginya. Matanya menatap buket di tangannya sambil tersenyum. Ketika pandangannya menyapu sekeliling mejanya, sebuah ide pun melintas di kepalanya. “Tasya!” teriaknya. Tasya—asistennya langsung masuk ke ruangan begitu mendengar namanya dipanggil. “Ada yang bisa dibantu, Bu?” “Tolong carikan vas untuk bunga ini, lalu simpan di meja saya.”
1029.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 788 kali sebagai meja vas bunga
Baca
+Pustaka
Gairah Nakal Brondong Pemikat Hati

Gairah Nakal Brondong Pemikat Hati

Cahaya matahari membanjiri ruangan, dan yang paling menarik perhatiannya adalah aroma bunga segar yang begitu dominan. ​Di setiap sudut ruangan, di atas meja konsol, dan bahkan di meja kerja, terdapat vas kristal yang diisi dengan rangkaian bunga segar yang indah—mawar putih, lily ungu, dan beberapa jenis bunga tropis. Ruangan itu terasa seperti taman di atas langit. ​"Wah," gumam Juno, ia melepas rangkulan Vivian sejenak dan berjalan pelan menghampiri salah satu vas bunga. "Ini... ini indah sekali, Vivian."
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai meja vas bunga
Baca
+Pustaka
Hukuman Cinta Darinya

Hukuman Cinta Darinya

Selama setengah tahun terakhir, Sabrina dan Aino, pasangan ibu dan anak, yang menambahkan sedikit sentuhan bernuansa keluarga kepada rumah itu. Terutama dengan bertambahnya jumlah tanaman dan bunga di pot. Namun, hari ini pertama kalinya vas besar berisi bunga liar diletakkan di meja makan. “Bu, bunga ini sama sekali tidak terlihat bagus.” Saat Aino melihat bunga di meja makan saat dia baru saja bangun, dia langsung merasa terkejut. Namun, setelah rasa terkejut itu hilang, dia merasa bunga itu tidak terlihat bagus.
9.32.5M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75.9K kali sebagai meja vas bunga
Tampilkan Ulasan (480)
Baca
+Pustaka
Imgnmln
Permisi kk yang baik hati^^ mohon maaf sebelumnya, izin promosi yaa. Sambil nunggu update, mampir juga ke Novelku... Sang Penguasa dan Tuan Muda Konglomerat>>Tokoh utamanya cool, keren, beda dari yang lain ga gampang ditindas lohh. Terima kasih^^
Linda Malinda
ceritanya lumayan bagus, cuma sering kesel sama fl nya, sering menciptakan masalah untuk dirinya sendiri, yg seharusnya gak perlu, dan kadang terlalu naif, tetap percaya dengan omongan orang yg jahat sama dia
Baca Semua Ulasan
Ketika Istriku Balik Melawan

Ketika Istriku Balik Melawan

Pelayan rumah mendekati Maya dengan ragu sambil membawa vas bunga yang baru tiba. “Ibu Maya, ini bunga tambahan untuk meja tamu. Harus disusun sekarang?” tanya pelayan itu pelan. Maya menoleh dengan senyum dipaksakan. “Ya, letakkan saja di sana. Nanti saya susun,” jawabnya sambil menunjuk meja di dekat jendela.
7.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 260 kali sebagai meja vas bunga
Baca
+Pustaka
Tuan Theo, Tolong Lepaskan Aku

Tuan Theo, Tolong Lepaskan Aku

Ketika ia pergi ke kamar mandi, bathub besar yang terletak di sudut diisi oleh kelopak bunga mawar merah yang tersebar dengan indah di permukaan air, memberikan aroma floral yang memikat. Disisi lain ruangan, meja makan untuk dua orang telah di atur dengan sempurna. Taplak meja berwarna merah marun dengan piring-piring porselen dihiasi dengan peralatan makan perak berkilau. Di tengah meja, sebuah vas kaca tinggi berisi rangkaian bunga tulip dan Peony menambahkan sentuhan elegan. Gelas-gelas anggur kristal berdiri anggun di samping botol anggur merah yang siap dihitung.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai meja vas bunga
Baca
+Pustaka
SUAMI TAK TERDUGA (Dari jalan ke pelaminan)

SUAMI TAK TERDUGA (Dari jalan ke pelaminan)

Nayna melihatnya dengan seksama, setau Nayna harga satu Vas palsu saja sudah lumayan tapi Lukas mampu membeli beberapa biji. Nayna memutar Vas itu dengan hati-hati hingga Nayna menemukan corak yang begitu indah dalam Vas itu. Nayna menyangka kalau Vas itu adalah barang mahal, walaupun Nayna tidak bisa membedakan antara barang mahal atau murah tapi dari corak dan glasir pada Vas itu sudah begitu mencolok. Nayna mengangkat Vas bunga kecil yang sengaja Nayna simpan di atas meja untuk mempercantik meja itu.
1.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai meja vas bunga
Baca
+Pustaka
Bangkitnya Istri Kaya yang Terluka

Bangkitnya Istri Kaya yang Terluka

“Jadi aku coba sesuaikan.” Aku melangkah lebih dalam, menyentuh permukaan meja kopi kayu jati yang sederhana namun kokoh. Sebuah vas berisi bunga lily putih segar berdiri di atasnya, menebarkan aroma harum. “Ini… luar biasa, Saka,” ucapku, suaranya sedikit bergetar. Aku tak bisa menyembunyikan keterkejutanku.
109.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 204 kali sebagai meja vas bunga
Baca
+Pustaka
Menantu Tak Ternilai

Menantu Tak Ternilai

Alexa celingukan mencari tempat yang sesuai untuk menaruh bunga itu. Ketika melihat meja di pojok ruang tamu kantornya, Alexa langsung menghampirinya dan memutuskan untuk menaruh vas itu di ruang tamu kantornya sehingga tidak terlihat oleh pandangan matanya sewaktu bekerja. Dengan begitu ia tidak akan melihat bunga itu terus-menerus ketika bekerja. Setidaknya tidak ada yang akan melaporkan ia memajang bunga dari Arya di tempat kerjanya agar terus bisa dipandang.
8.130.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 994 kali sebagai meja vas bunga
Baca
+Pustaka
Selingkuh Lewat M-Banking

Selingkuh Lewat M-Banking

"Iya, boleh saya masuk." "Oh, ayo," ucapnya ramah. Dipersilahkannya aku duduk di kursi tamu, sementara di atas meja ada vas bunga yang diisi dengan bunga-bunga segar. Dari dulu, ibu mertua katanya sangat pandai merangkai bunga. "Bunganya bagus," ucapku canggung, wanita itu tersenyum tipis sampai menganggukkan kepala.
9.441.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 869 kali sebagai meja vas bunga
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status