JANGAN GANTUNG MUKENAH DI BALIK PINTU
Mereka berlenggak-lenggok, sangat kontras dengan musik tambang yang terdengar memekakkan telinga.
“Mana yang lain, Hasim?!”
“Mereka ke belakang, Yang!”
Tiba-tiba suara khas teman Hasim terdengar menjerit. Aku yang masih berdiri di jendela rak buku segera melihat ke arah panggung itu. Betapa terkejutnya aku saat melihat orang berjubah putih, jubahnya menjuntai hingga menyentuh tanah, yang berjumlah puluhan itu berhenti berlenggak-lenggok. Seperti slow motion, kepala itu berbalik arah, mengarah persis ke arah dapur Eyang.