Menggenggam Awan
Wuri menghentikan langkahnya, lalu balik bertanya.
“Aku rasa, beberapa kali kamu sudah menunjukkan gelagat kecurigaan dari kamu,” Awan menyimpulkan, “kamu menanyakan parfumku, kamu juga bertanya aku mau kemana, lalu…”
“Apa salah?” Wuri memotong, “waktu kamu untuk ruang operasimu itu lebih lama dibandingkan waktumu untuk aku. Apa salah kalu aku bertanya, kamu mau kemana keluar malam-malam? Alasan kamu membayar hutang ke tukang nasi goreng, menurutku tidak masuk di akal. Lalu parfum, kamu kira aku akan percaya dengan alasan yang bisa saja kamu jadikan alibi menutupi kebohonganmu. Ya kan?” Suara Wuri sedikit meninggi. Wuri menatap Awan tajam, di pelupuk matanya sudah ada air mata yang nyaris tu
Bab Populer