Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Keris Bunga Bangkai

Keris Bunga Bangkai

jelas Arifin dengan wajah yang nampak sedikit murung. “Menaungi? Maksudmu kau tak memiliki rumah? Atau diusir dari rumah? Tunggu dulu, aku pernah dengar kalau laki-laki di sana setelah bekeluarga tinggal di rumah keluarga istrinya. Apa benar demikian?” tanya Bayantika memastikan.
1043.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai mengarungi bahtera rumah tangga
Tampilkan Ulasan (26)
Baca
+Pustaka
Johan Gara
rangkahasa adalah salah satu karakter yang saya rindukan di tengah maraknya karakter2 cerita urban. mau nyaranin buat berkenalan dengan karakter penakluk seribu negeri siluman dalam cerita The Destinable of Light di applikasi ini, tapi syg keris bunga bangkai ini sudah tamat. semoga ada sekuelnya
Rytíř
Besok ada rencana mau ke rumah family di luar kota. Selama masih sempat saya usahakan update chapternya hari ini dan juga besok. kalau ada absen update nya dalam 2 - 3 hari ini, mungkin saya dalam perjalanan. InsyaAllah, nanti pas sudah di rumah, saya usahakan kembali update 3-4 chapter perhari.
Baca Semua Ulasan
Menjadi Istri Kedua Tuan Presdir

Menjadi Istri Kedua Tuan Presdir

Di setiap sudut, mereka membayangkan momen-momen kebahagiaan yang akan mereka ciptakan bersama, mengisi rumah ini dengan cinta dan tawa. Dalam hati, Aruna merasa ada yang berbeda. Ini bukan sekadar rumah, ini adalah tempat mereka akan memulai babak baru, jauh dari bayang-bayang masa lalu yang pahit. Dan bersama Bintara, dia tahu mereka akan mampu melewati segala rintangan. Rumah ini, meski sederhana, terasa seperti istana karena di dalamnya akan tumbuh cinta yang tulus dan abadi..
9.83.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai mengarungi bahtera rumah tangga
Baca
+Pustaka
Menantu Termiskin

Menantu Termiskin

Padahal penghuni di rumah ini termasuk banyak ada lebih dari lima orang. "Mas besok kita ke rumah bapak sama ibu ya, udah lama aku nggak jenguk bapak sama ibu." semenjak menikah Arnita memang belum pernah pulang ke rumahnya jadi tidak salah jika Arnita sangat merindukan keluarganya. "Boleh, setelah dari Anggrek kita ke rumah ayah dan ibu." seketika raut wajah Arnita menjadi berseri-seri mendengar ucapan Arman.
106.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 171 kali sebagai mengarungi bahtera rumah tangga
Baca
+Pustaka
NONA JANDA TERJERAT BERONDONG

NONA JANDA TERJERAT BERONDONG

Enak sih tapi kan capek. Boram menghela napas panjang seraya memandang ke arah luar. Bahtera rumah tangganya baru saja di mulai dan dia berharap bisa seperti kisah dongeng yang berakhir bahagia selamanya karena pernikahan ini adalah pilihannya. Boram kembali memejamkan mata tapi bunyi perutnya langsung menggema membuatnya kembali membuka mata dan mengerang.
9.88.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 175 kali sebagai mengarungi bahtera rumah tangga
Baca
+Pustaka
JERAT CINTA ISTRI KETIGA

JERAT CINTA ISTRI KETIGA

“Turuti kata Mamah! Cepat masuk kamar!” Martha tidak ingin putrinya melihat pertengkaran lebih jauh lagi. Hal itu pasti berefek tidak baik bagi mereka, walaupun mereka telah tumbuh dewasa. Rasa trauma untuk berumah tangga, pasti menyelinap dari balik bathin mereka. Ratih dan Adel mematuhi perintah Martha dan masuk ke kamar Adel.
105.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 147 kali sebagai mengarungi bahtera rumah tangga
Baca
+Pustaka
 Bangkitnya Istri yang Dikhianati

Bangkitnya Istri yang Dikhianati

“Kamu bisa. Seberapa luas yang kamu butuhkan? Aku akan berikan.” “Di sekeliling rumah, aku ingin menanam cemara, apa boleh?” Bening sepertinya masih ragu dengan semua yang diberikan oleh Arga kepadanya. Maka dia meyakinkan lagi dan lagi. “Bening, dengarkan aku. Rumah itu bisa dikatakan rumah, ketika ada seorang istri yang bisa dijadikan tempat pulang oleh sang suami. Aku tidak peduli akan seperti apa kamu menata rumah itu nanti, karena yang aku butuhkan adalah keberadaan kamu di rumah itu. Rumah itu rumahmu, kamu bisa melakukan apa pun sesukamu.”
9.8295.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10.9K kali sebagai mengarungi bahtera rumah tangga
Baca
+Pustaka
Mencari Jejak Maria

Mencari Jejak Maria

MARIA - 7 Di Persimpangan "Di mana Mama, aku ingin bicara?" suara Rangga datar tapi menyimpan amarah. Dia baru saja masuk rumah mertuanya, di mana istrinya tinggal. Tamara yang menyambut suaminya dengan daster sutra tipis, tersenyum manja. Ia melingkarkan lengan di leher Rangga, lalu mendaratkan kecupan di pipinya. "Mama ke Surabaya, Mas. Ada urusan butik. Kenapa sih, wajahnya ditekuk begitu? Loh, rahangmu kenapa lebam." Tamara menyentuh rahang suaminya yang membiru.
9.898.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.0K kali sebagai mengarungi bahtera rumah tangga
Baca
+Pustaka
MENIKAH DENGAN PACAR SAHABAT

MENIKAH DENGAN PACAR SAHABAT

jawabku menarik lengannya agar lebih merapatkan tubuh. Aku tak mengatakan rumah tanggaku sempurna, karena kesempurnaan itu hanya milik Allah semata, tapi aku akan berjuang, mempertahankan bahtera ini dari besarnya badai dan ombak yang pasti datang menyerang suatu waktu. Tamat.
1039.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai mengarungi bahtera rumah tangga
Baca
+Pustaka
Jadi Miskin Di Hadapan Mertua

Jadi Miskin Di Hadapan Mertua

Harusnya Hasan suaminya yang bisa menjadi laki- laki yang menemani melakukan pemeriksaan dan mengambil keputusan. "Membangun bahtera rumah tangga bukanlah hal yang mudah. Selain komitmen, kedua pasangan juga harus siap menghadapi segala ujian rumah tangga yang akan datang. Pernikahan bukan hanya status, tetapi sebuah fase hidup baru bersama orang lain. Sebab kehidupan rumah tangga tidak selamanya manis, pasti ada saja ujiannya yang bisa membuat mental jadi down," ucap Dokter Maya menenangkan Dinda yang dari tadi terlihat seperti merenung.
9.544.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 887 kali sebagai mengarungi bahtera rumah tangga
Baca
+Pustaka
Hajatan di Rumah Ibu

Hajatan di Rumah Ibu

Melihat semangat itu, aku berusaha memaksakan senyum, walau hati masih terasa ragu. Dalam hati aku berdoa, semoga saja saat sampai di rumah Ibu, keluargaku mau menyambut kami dengan hangat. Kami mulai berjalan menuju rumah Ibu. Sepanjang perjalanan, jalanan tanah berdebu menjadi saksi langkah kaki kecil anak-anakku. Beberapa kali kami berpapasan dengan para tetangga yang masing-masing membawa satu kantong plastik, yang sama persis seperti milik Bu Murni tadi.
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai mengarungi bahtera rumah tangga
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status