WARISAN DARI BAPAK
Aku yakin, ia sebenarnya lelah menghadapi kelakuan adik iparnya.
"Fir, tolong, aku pinjam dulu tanah warisan dari Bapak, ya?"
Aku memijit kepala yang terasa semakin pening. Pinjam warisan, katanya?! Gila!
"Tolong aku, Fir! Hanya sedikit saja, aku akan menjual rumah dan tanah dulu yang di bogor."
"Tanah di Bogor tinggal berapa sih, Mas? Tentunya bakal banyak yang Mas pinjam dari aku. Dan lagi, jual warisan? Tanah itu kan sudah aku tanami buah-buahan. Jangan mengada-ada, ya!"