Saat Mertua Meminta Jatah Warisanku
“Jadi, barang-barangmu gimana, Nduk? Kan, masih ada lemari-lemari pakaian, buku-bukumu zaman sekolah dulu, dan baju-baju kamu sama baju-bajunya almarhum. Semua barang itu mau dikemanain, Nduk?”
Paklek Gofur bahkan tak membahas sama sekali bagian hak waris yang akan kuterima. Aku tak tahu kapan transaksi itu terjadi dan berapa banyaknya uang yang mereka terima. Astaghfirullah, apakah aku memang tak akan diberikan sedikit pun dari hasil penjualan tanah maupun rumah tua itu?
“Barang-barangku titip saja di rumahmu, Paklek. Nanti kalau aku pulang kampung, aku ambil semuanya.” Aku menjawab dengan perasaan yang begitu getir.