Bagaimana Denganku
"Aku pikir... mungkin kita bisa jenguk sebentar? Memberi semangat. Kasihan dia, kan di Jakarta ini sendirian, keluarganya semua di Medan. Sekalian kamu bisa keluar hirup udara segar."
Firli tampak ragu. "Aku... lagi nggak mood ketemu siapa-siapa, Nge. Rasanya malas sekali harus keluar."
"Ayolah, Fir, sebentar saja," bujuk Inge, menggenggam tangan sahabatnya. "Kita tidak perlu lama-lama. Kita datang, kasih bingkisan buah, ngobrol lima belas menit, lalu kita langsung pulang. Aku janji. Aku hanya merasa tidak enak kalau tidak menjenguknya sama sekali. Dia kan teman baik kita dulu."
Hot Chapters