Binti Raharjo
“Maziyah, kamu ndak bisa bahasa Jawa, ya?”
Pitoyo memberi kode pada Judir untuk naik ke truk, di bak belakang.
Gadis itu mengangguk lemah.”Bisa sedikit. Saya tinggal di Surabaya, empat bulan!”
“Oh, kamu ikut, Lik, ya. Namaku Joko Pitoyo. Panggil saja, Lik Pitoyo. Itu yang mulutnya monyong terus, namanya Junaidi, tetapi lebih terkenal Judir, kernetku.”
Hot Chapters