Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mengejar Brondong

Mengejar Brondong

Nathan membulatkan kedua matanya saat melihat sebuah mobil yang berhenti di depannya, dia menarik rem dengan cepat dan beruntung Nathan tidak menabrak mobil di depannya yang berhenti karena lampu merah. Terlalu lama melamun membuatnya salah fokus dan hampir menabrak serta mencelakai dirinya. Nathan mengusap wajahnya dan mencoba membuang Fiona di dalam otaknya. Inilah yang terjadi ketika dia bertemu Fiona, sekali dia meningggalkan gadis itu dia akan terus terpikir mengenai adiknya itu dan akan membutuhkan waktu lama untuk bisa melupakan.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai merenung
Baca
+Pustaka
Kesendirian

Kesendirian

“Tanya apa, pak?” “Nak, kenapa hari-hari ini terlihat murung sekali?” “Murung?? Saya kelihatan nampak murung ya, pak?” “Enggak ada masalah, pak. Saya hanya termenung sebentar saja.” “Yakin? Nak, tidak ada masalah?" Merenung berlama-lama tidak baik, nak!"
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai merenung
Baca
+Pustaka
Unknown

Unknown

Mau tidak mau aku pun ikut menghampirinya. “Denger kan Bim suaranya jelas?”ucapnya terus mencoba meyakinkanku. “Suara apaan si? Enggak ada suara apa-apa kok” balasku tetap tidak ingin tau. Aku tetap mengikuti kemana arah Dea melangkah sambil terus memegangi tangannya, aku takut Dea terjatuh karna yang sedang kami injak ini tanah merah yang basah disertai semak-semak yang lembab.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai merenung
Baca
+Pustaka
Test Book

Test Book

Penapika12268
Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai merenung
Baca
+Pustaka
Gemintang

Gemintang

Keenan sengaja membeli tiket terusan agar mereka bebas untuk menikmati area wisata seharian. “Museum aja dulu, Yah. Gimana?” usul Arusha. “Tumbenan mau ke museum,” “Pemanasan, Yah. Nanti abis itu baru ke tebing keraton,” “He’s doing research very well,” bisik Devina. “Arusha’s typical,” balas Keenan dengan suara pelan juga. “Ih, bisik-bisik. Udah, ayo,” Arusha menarik tangan Keenan dan Devina bersamaan.
105.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 158 kali sebagai merenung
Baca
+Pustaka
KUNJUNGAN MENANTU

KUNJUNGAN MENANTU

Claudia mempunyai hobby senam aerobik, dia langsung senam di depan kaca. melihat bayangannya Aldi tidak tahan untuk berpikir, Claudia itu istriku, kenapa aku tidak bisa memilikinya? Saat ini, Claudia melihatku yang sedang mengintipnya dari cermin, mungkin karena amarahnya masih belum reda, dia berbalik dan mendatangiku lalu mengangkat tangannya dan menamparku "Atas dasar apa kamu memandangku, kalau melihat aku lagi akan aku cungkil matamu".
8.56.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 154 kali sebagai merenung
Baca
+Pustaka
Bus Penyelamat

Bus Penyelamat

Tanpa mau menyia-nyiakan waktu sedikitpun, dia segera berlari ke bawah sana dengan tergesa-gesa membawa busur panahnya yang terhunus dan siap membidik. Rameng berdiri di depan parit air yang dialiri oleh sisa-sisa air hujan. Ia mengamati tempat itu dengan begitu teliti, langkah kakinya tampak begitu perlahan seperti seorang pemburu yang sedang mengintip mangsanya. Dengan cahaya senternya yang begitu terang tersebut, terlihat ada sisa-sisa goresan yang tertinggal di tanah. Bukan hanya itu, ia bahkan juga menemukan jejak telapak tangan Meri yang membekas di tanah. Ternyata wanita itu itu menyeret tubuhnya dalam keadaan merangkak. Ia pasti sedang terluka parah. Jika dia terluka parah? Tentulah
106.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 245 kali sebagai merenung
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status