Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kelahiran Kembali

Kelahiran Kembali

000 poin (Membalikan serangan, bisa digunakan sampai kaca hancur) -Pemberhenti waktu, 3.000 poin (Digunakan 2 kali, batas penjeda 30 detik) Begitu banyak pilihan, poin tidaklah cukup membeli banyak, ‘Sial, mahal-mahal, aku pilih Cermin pembalik, cepat keluarkan!’ berteriak. Diburu waktu, sececah barisan layar menghilang dari pandangan. Sepersekian detik serangan Lu nian depan pupil. Secara bersamaan, sebuah kaca berada di genggaman. Bentuknya kotak, sekecil kotak korek api kayu.
9.7112.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.1K kali sebagai merenung
Tampilkan Ulasan (69)
Baca
+Pustaka
KSATRIA PENGEMBARA
Izin promosi Thor… Baraka adalah SANG PEWARIS PARA DEWA yang telah diramalkan kelahirannya sejak Seribu Tahun Yang Lalu. Baraka memiliki takdir yang akan menjadi ujian bagi dirinya untuk naik kelangit dan menjadi seorang dewa. Baca kisahnya dalam : PENDEKAR KERA SAKTI
Er_zhi.zhii
Izin promosi kak Yang suka dengan cerita reinkarnasi bisa mampir dicerita aku 'Menentang Dunia' Seorang reinkarnasi terakhir Dewi Es Yiren yang berjuang merebut kembali hak miliknya di Alam Dewa, dan menghukum Si pengkhianat yang menyebabkan peperangan antara Dewa dan Iblis.
Baca Semua Ulasan
Perjalanan Menemukanmu

Perjalanan Menemukanmu

"Menyeramkan." Mereka lantas terkikik bersama. Jeanne meraih minuman rasa lemon yang dibelinya di kantin. Gerakan ibu jarinya lihai membuka penutup kaleng minuman itu. Dia lantas menenggaknya. Sambil menikmati aliran air yang mengarus di tenggorokan, matanya melirik ke sisi samping kanan. Jeanne menemukan figur seseorang yang searah dengan keberadaan dirinya.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai merenung
Baca
+Pustaka
MINE

MINE

Apa gadisnya baik-baik saja sekarang? Kevin meninggalkan wanita yang dia ikat ke dapur. Matanya menatap ke sekeliling berharap menemukan sesuatu. Bahkan Kevin juga membuka semua laci yang ada di dapur agar tidak melewatkan sesuatu. Kevin terus mencari dan dia menemukan sebuah kunci kecil yang tergantung di dalam laci. Dia kembali mencari sesuatu di sekitar dapur dan tatapan matanya berhenti tepat di samping kulkas. Area di samping lemari pendingin itu tampak sangat aneh karena hanya area itu saja yang kosong dan tidak ditempati oleh barang apapun. Kevin memperhatikan lantai di sana. Tangannya dengan terlatih mengetuk-ngetuk lantai di area itu berharap menemukan apa yang dia pikirkan. Benar d
1035.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai merenung
Baca
+Pustaka
Renjana

Renjana

Kami bertemu pada satu titik. “ Aku tidak menemukannya, Jan.” Kata Irine putus asa. “Aku juga tidak melihatnya,” Ida memberi laporan. “Coba sekali lagi dong, please.” Mohonku, kamipun berpencar lagi. Kami menyusuri lorong-lorong labirin yang menyesakkan.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai merenung
Baca
+Pustaka
Mengejar Brondong

Mengejar Brondong

Nathan membulatkan kedua matanya saat melihat sebuah mobil yang berhenti di depannya, dia menarik rem dengan cepat dan beruntung Nathan tidak menabrak mobil di depannya yang berhenti karena lampu merah. Terlalu lama melamun membuatnya salah fokus dan hampir menabrak serta mencelakai dirinya. Nathan mengusap wajahnya dan mencoba membuang Fiona di dalam otaknya. Inilah yang terjadi ketika dia bertemu Fiona, sekali dia meningggalkan gadis itu dia akan terus terpikir mengenai adiknya itu dan akan membutuhkan waktu lama untuk bisa melupakan.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai merenung
Baca
+Pustaka
Kesendirian

Kesendirian

“Tanya apa, pak?” “Nak, kenapa hari-hari ini terlihat murung sekali?” “Murung?? Saya kelihatan nampak murung ya, pak?” “Enggak ada masalah, pak. Saya hanya termenung sebentar saja.” “Yakin? Nak, tidak ada masalah?" Merenung berlama-lama tidak baik, nak!"
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai merenung
Baca
+Pustaka
Unknown

Unknown

Mau tidak mau aku pun ikut menghampirinya. “Denger kan Bim suaranya jelas?”ucapnya terus mencoba meyakinkanku. “Suara apaan si? Enggak ada suara apa-apa kok” balasku tetap tidak ingin tau. Aku tetap mengikuti kemana arah Dea melangkah sambil terus memegangi tangannya, aku takut Dea terjatuh karna yang sedang kami injak ini tanah merah yang basah disertai semak-semak yang lembab.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai merenung
Baca
+Pustaka
RENDEZVOUS

RENDEZVOUS

Kanza menggeleng, "Gak usah ya udah aku ke toilet ya." Renata mengangguk menatap punggung Kanza yang berjalan keluar. Renata mengernyit ketika Kanza memegang perutnya tidak seperti orang menahan sakit perut karena ingin buang air besar. Tapi lagi-lagi Renata menggeleng pelan, perasaannya saja.
1010.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 199 kali sebagai merenung
Baca
+Pustaka
Kebangkitan Raja Iblis Leviathan

Kebangkitan Raja Iblis Leviathan

Haruskah ia membawa beberapa botol wine bersamanya? •••••••••••••••••••••••••••••••• Disisi lain, Abellard kini sedang berusaha menyelidiki kembali pola kemunculan Dungeon-dungeon yang terus bermunculan di wilayah Kekaisaran ini secara acak, menurut Ames, kemungkinan bahwa sebuah dungeon dengan ukuran raksasa akan muncul di kota Hange dalam waktu dekat, akan tetapi kemungkinan itu masih belum dapat dipastikan sepenuhnya.
104.6K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 141 kali sebagai merenung
Baca
+Pustaka
Gemintang

Gemintang

Keenan sengaja membeli tiket terusan agar mereka bebas untuk menikmati area wisata seharian. “Museum aja dulu, Yah. Gimana?” usul Arusha. “Tumbenan mau ke museum,” “Pemanasan, Yah. Nanti abis itu baru ke tebing keraton,” “He’s doing research very well,” bisik Devina. “Arusha’s typical,” balas Keenan dengan suara pelan juga. “Ih, bisik-bisik. Udah, ayo,” Arusha menarik tangan Keenan dan Devina bersamaan.
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 163 kali sebagai merenung
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status