KAU MENDUA AKU PUN SAMA
“Keluarga?“ Meera menyahut heran.
“Maksudnya Omnya Naira, Bun?“ tanyanya. Bu Anya mengangguk.
“Kan dia yang mau jadi walinya Naira. Iya kan, Nai?“ ujarnya. Naira mengangguk.
“Kalau gitu, bunda suruh masuk saja ya?“ tanya Bu Anya.
“Iya silahkan, Bun.“
Bu Anya pun keluar dari ruang khusus rias itu. Setelah Bu Anya tak ada, Meera langsung menanyai Naira.
“Serius Lo undang mereka, Nai?“ tanyanya.
“Bukan aku, Meer. Tapi Aric. Kata Aric bagaimanapun, mereka keluarga aku. Apalagi Paman Ismail satu-satunya keluarga kandungku,” jawab Naira.
Sikat na Kabanata