Dihamili Suami Saudara Kembarku
Senyum itu aneh—bukan marah, bukan sedih, melainkan sesuatu yang membuat bulu kuduk Aleza meremang.
“Kau benar. Karena saat itu, Nona Alea yang magang di sana.” Menarik napas panjang. “Tapi kau juga salah besar,” ucap Dania lirih, tapi jelas. “Lelaki itu masih hidup.”
Aleza menatapnya, senyum di wajahnya perlahan pudar.
“Omong kosong!” bentak Aleza.
“Dan yang lebih menarik lagi,” lanjut Dania, langkahnya mendekat, “dia ada di sekitarmu sekarang.”