DUKUN 99
Bab 47
Mungkin karena lupa berdoa, aku tertidur nyenyak, tapi bermimpi yang buruk-buruk.
Saking buruknya, aku sampai mengigau berkali-kali.
Dalam mimpiku, semua pasien dan korban yang pernah kusantet, berlomba ingin menghabisiku.
Nanda yang dulu kami bunuh di rumah sakit, mendatangiku dengan wajah pucat dan mata memerah. Ada bekas cekik yang begitu nyata di lehernya.