Sang Pengacara
“Aku sadar diri. Kalau mau dibandingin sama bu Vira, mungkin aku nggak ada apa-apanya. Jadi, kalau masih mau ngejar-ngejar dia, kejarlah sampai dapat. Tapi ingat, kalau mimpi Mas Abi itu sudah tercapai, tolong buruan ceraikan aku.”
“Fika—“
“Jangan dulu ceraikan aku sekarang,” putus Fika. “Sabar bentar, biar mama sama papaku nggak syok dan kecewa. Sebulan lagi, deh, biar punya alasan kalau kita nggak cocok selama nikah.”
“Fika, jangan sembarangan kalau bicara. Cerai itu—“
“Please, perutku mulai mual karena kebanyakan mikir,” ucap Fika kembali memutus Abi. “Biarin aku istirahat malam ini. Dan satu lagi, jangan pernah lagi sentuh aku.”
Hot Chapters