My Game Boyfriend
"Mimpi seringkali adalah cerminan dari apa yang paling dalam kita rasakan dan harapkan, Mel. Mungkin hatimu sebenarnya sudah tahu sesuatu, tapi pikiranmu masih terlalu takut untuk menerimanya."
Kata-kata itu membuat Melati terdiam. Ia menunduk, memainkan ujung selimut dengan jari-jemarinya yang gemetar. Benar juga—selama ini ia takut berharap terlalu tinggi, takut jika kenyataan nanti berbalik menyakitinya. Namun rasa hangat yang ia rasakan saat menggenggam tangan bayi di dalam mimpi itu... rasa itu tidak bisa dibuat-buat. Rasa itu bukan sekadar keinginan, melainkan seolah ada ikatan yang sudah ada sejak lama.