Pesugihan Genderuwo
"Aku... aku mimpi cekik dia... lalu... lalu aku buka matanya!"
Ia menatap tangannya, yang kini mencengkeram seikat rambut manusia — darah masih menetes dari ujung-ujung jemarinya.
Warga lain pun mulai terbangun, satu per satu. Semua mengalami hal serupa. Mereka bermimpi — mimpi membunuh teman mereka sendiri, keluarga mereka, bahkan diri mereka sendiri. Ketika terbangun, bukti nyata mimpi itu menempel di tangan, di baju, di tanah di sekitar mereka. Luka-luka. Darah. Benda tajam.