Blue Flame
Setelah beberapa saat menikmati sarapannya, Dean akhirnya membuka suara, "Apa kau tidak apa-apa aku tinggal sebentar setelah sarapan? Aku harus memanen jamur jerami dan menjualnya ke pasar segera."
Rohana menegakkan tubuhnya dengan antusias. "Jamur jerami? Wah, bolehkah aku ikut?" Matanya berbinar saat mengingat sesuatu. "Dulu aku sering mencari jamur jerami dengan kakakku ketika kami kelelahan di tengah perburuan di hutan. Kakakku memanen jamur itu dari tumpukan jerami yang ditinggalkan warga desa, lalu kami segera memasaknya. Itu harus segera dimakan setelah dipetik, jika tidak, jamur itu akan mengandung racun."
Sorot mata Rohana menerawang, tenggelam dalam kenangan bersama kakaknya. Suara
Hot Chapters