Gadis Belia yang Pulang Bersama Suamiku
“Hari ini aku pulang malam. Kamu tidak menunggu.
Aku tak membalas pesan Mas Angga. Kurebahkan tubuh di samping Zahir dan ikut larut dalam mimpi bersama putraku itu.
Pukul sembilan malam, Mas Angga belum pulang. Sesuai permintaan pria itu, aku tak menunggunya. Aku merebahkan diri di kamar. Namun, tetap saja, tak bisa tidur hingga memastikan kalau Mas Angga pulang dalam keadaan baik-baik saja. Bagaimana pun, dia suamiku.
Aku memandang wajah teduh Zahir yang tertidur lelap. Kaki bocah kecil itu terbuka lebar, begitu juga tangannya. Sesekali dia tertawa. Hal itu membuatku tersenyum. Entah apa yang sedang diimpikannya.
Semakin aku memandang Zahir, semakin aku teringat Jodi. Wajah bocah kecil itu