Terpaksa Menikahi Kakak Ipar
ucapku santai.
“Lo telat!”
Aku membulatkan mata, baru tersadar dengan apa yang kualami. Seorang istri yang telah menikah, terlambat kedatangan tamu bulanan, berarti ada kemungkinan hamil. “Apa?!” Aku kembali menjerit. “Tidak! Aku tidak hamil, kami hanya melakukan beberapa kali.” Aku menatap ketiga sahabatku, wajah mereka tampak berbahagia, berbeda denganku yang sudah ingin menangis. “Aku belum siap jadi orang tua. Ngebayangin perut buncit, terus melahirkan, nimang bayi, oh tidak, tidak.”
Hot Chapters