Selubung Memori
Kini, aku bisa merasakan apa yang biasa kubayangkan saat kembali dari lari naik turun gunung: aku berusaha memikirkan sedang kembali ke rumah.
Di depan, Mister sudah menanti. Penampilannya yang serba hitam, dengan kepala botak dan kacamata hitam itu sempat mengejutkanku. Auranya tampak tipis seolah dia sudah hampir tiada, terutama dengan selubung putih tipis di sekitar yang membuatku teringat akan vila tengah gunung tempatku bertemu musuh. Perlahan, aku mulai sadar bahwa tanda-tanda suatu lokasi terpisah dari dunia manusia normal itu kemunculan kabut tipis—yang aku berani sumpah hanya segelintir orang bisa melihatnya. Hipotesisku, dia harus darah murni.
Bab Populer