MATE
Melangkah perlahan, mendekat ke tubuh mungil yang sama sekali tidak bergerak dari tempatnya.
“Ja ... jangan ... jangan ....” Bibirku bergetar hebat, membuka dan mengatup berusaha mengeluarkan sebuah suara. Tanganku berusaha menggapai-gapai udara kosong di depanku berharap aku bisa menghentikan langkah iblis kejam itu . Pria itu mengangkat tubuh mungil Maro, seperti yang dia lakukan pada Stiff sebelumnya. Cakar yang dilumuri darah sudah siap mencabik tubuh Maro. Di detik-detik terakhirnya, aku bisa lihat mata coklat Maro yang menatapku lambut, penuh cinta dan pemujaan padaku.
Hot Chapters