Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Penyihir Terhebat di Dunia Lain

Penyihir Terhebat di Dunia Lain

jawab Zuma. "Hm, begitu ya," gumam Azura. "Suku Mizui itu biasanya ditandai dengan gambar bulan sabit pada bola matanya." Ucap Momoe sambil menunjuk seakan menggurui. "Bulan sabit?! Indah sekali dong?" Azura lantas terkagum. Momoe menganggukkan kepalanya dengan cepat. "Benar. Sangat indah." "Di mana aku bisa bertemu dengan mereka?" tanya Azura penuh antusias.
102.5K viewsOngoingAdded to Library 86 Times as mizukage ke 3
Read
+Library
AKIBAT ORANG KETIGA

AKIBAT ORANG KETIGA

Kata Yoga menengahi. "Iya Ma, kan ada aku yang jagain kak Kamania," Arjuna tak mau kalah menimpali perkataan Yoga. Fahira pun pada akhirnya hanya bisa mengalah. Satu suara melawan tiga suara ya jelas akan kalah. "Ya sudah, mama ngalah. Tapi, awas ya kalian kalau nggak hati- hati." "Ok, Mama!!" Jawab Kamania dan Arjuna bersamaan.
9.7118.5K viewsCompletedAdded to Library 2.5K Times as mizukage ke 3
Read
+Library
Mas Gege, I Love You!

Mas Gege, I Love You!

"Qonita Harum." Dahiku mengerti. "Qonita Harum?" Aku mengangguk mencoba mengerti. 'Ah, iya Qonita harum, kok." "Bukan, Anty. Maksudnya nama aku Qonita Arumm." Aku lantas terkekeh geli. Ah, ya, aku paham. "Oke, namanya Qonita Arum, ya? Hmm." Sebenarnya aku bukan tipe wanita yang terlalu antusias dunia anak-anak hingga gemas menarik atau menoel pipi anak-anak. Entahlah. Apakah karena usiaku yang baru 22 tahun? Atau karena ...? Ah, ya, mungkin karena itu.
1.3K viewsOngoingAdded to Library 37 Times as mizukage ke 3
Read
+Library
MISTERY DAGING 15O KG

MISTERY DAGING 15O KG

“Oke. Bisa kau tunjukkan di posisi mana anak buahmu? Supaya aku bisa membedakan mana musuh dan mana yang bukan.” “Dua asisten perias yang memakai kebaya hijau. Dan tiga orang lagi yang duduk di kursi tamu. Posisi depan, tengah dan belakang. Mereka semua memakai motif batik yang sama dan juga berwarna hijau. Kami punya sandi yang harus ibu tahu. Batuk dua kali artinya mereka siap, batuk satu kali mereka akan bergerak!” jawab anak buahku.
9.725.6K viewsOngoingAdded to Library 511 Times as mizukage ke 3
Read
+Library
Tiga Cawan Sakti

Tiga Cawan Sakti

Kutanyakan benda itu pada Chaz saat Ia berjalan mengahampiriku. "Benda apa itu Chaz? Maksudku cawan itu." Aku bertanya dengan hati-hati. Chaz mendekat. Menyilangkan kedua tangannya di dada dan berbicara dengan suara pelan. "Itu salah satu dari tiga cawan mistis di dunia sihir hitam." Deg! Jantungku kembali berdegup keras. Dadaku mendadak nyeri. Aku bahkan nyaris ambruk bila tak berpegangan pada tembok.
106.5K viewsCompletedAdded to Library 248 Times as mizukage ke 3
Read
+Library
Fall in For the Genius

Fall in For the Genius

seru Mizuki Logan, Xander dan Alice saling menatap. Lalu menatap Mizuki lagi, mereka semakin tidak mengerti dengan keadaan. Terlebih saat Mizuki menambah kebingungan mereka. Terlebih, wajah Mizuki juga hampir sama dengan wajah Alice. Namun, bedanya wajah Alice lebih bersinar. Tidak sepucat wajah Mizuki dan warna bola matanya juga sangat berbeda. Mizuki memiliki bola mata berwarna keemasan. Sesuatu yang membuat Logan sadar bahwa selama ini yang membuat ia tidak bisa menerawang Mizuki adalah karena mata dari gadis itu.
106.2K viewsCompletedAdded to Library 230 Times as mizukage ke 3
Read
+Library
Surgaku Yang Hilang

Surgaku Yang Hilang

Gagang pintu sudah ada di tangannya kini ia sudah siap melihat kejutan apa akan Fatya berikan untuknya. "Awas aja kalau sampe kamu boong ya, Fat!" gumam Siska lalu mulai membuka pintu dengan perlahan. Baru saja kaki kanannya yang sudah sudah masuk ke dalam, kedua mata Siska sudah terbelalak dengan lebarnya. Ia begitu terkejut saat melihat ketiga sahabat lamanya itu sudah berdiri menghadap ke arah dirinya seraya memegang sebuah kue ulang tahun dengan angka 27.
1039.2K viewsCompletedAdded to Library 1.5K Times as mizukage ke 3
Read
+Library
Tetanggaku Maduku

Tetanggaku Maduku

Itu karena faktor usia yang tidak bisa dicegah. Ayu datang dengan buah manggis dan air yang mengisi nampan berwarna cokelat. Dia letakkan di meja tamu, di mana ada Rahman dan Ambu. "Rafli dan Abah di mana?" tanya Rahman mencari sosok dua lelaki berbeda usia itu. "Aku lihat lagi kasih makan ikan di belakang," jawab Ayu yang diangguki Rahman. Ayu kembali mendekati Ambu dan mulai berbincang ria. Sedangkan Rahman memilih menyusul anaknya dan Abah. Sekalian melihat-lihat suasan rumah yang hanya bisa dilihatnya sebulan sekali.
104.9K viewsCompletedAdded to Library 142 Times as mizukage ke 3
Read
+Library
Marga Kuromori

Marga Kuromori

“Bukan kau saja yang masa kecilnya dirindukan. Aku pun merindukan masa kecil para pemuda yang sudah tumbuh dewasa. Tentu, aku merindukan kehadiran Eguchi, Eiko, dan anak sulungku. Sedang apa mereka di sana?” Syahdan mereka terdiam, gurat senyum mengembang tidak lagi terukir. Hanya bibir bergaris lurus terbentuk sebagai tanda bahwa mereka merasakan kesedihan pada Pak Zukida. Beruntung Mirae yang sigap, menyuguhkan kudapan kesukaan Pak Zukida. “Maaf, aku lupa membawakan ¹chimaki kemari,” ucap Mirae sambil menaruh wadah berisi delapan chimaki.
103.6K viewsOngoingAdded to Library 109 Times as mizukage ke 3
Read
+Library
Dalam Pelukan Sang CEO

Dalam Pelukan Sang CEO

Ingatannya kembali lagi pada masa silam dua puluh lima tahun lalu di daerah Kabukicho yang terletak di Shinjuku, Tokyo. FLASHBACK… "Mizuki-chan, apa benar kamu akan pergi meninggalkan kota ini?" tanya Isamu. Mizuki mengangguk lemah, ada raut wajah kesedihan yang terlihat jelas. "Kamu kenapa bersedih? Bukannya mimpimu sebentar lagi akan dimulai?" tanya Isamu menatap lembut. Mizuki hanya tersenyum datar, ia tak menjawab apapun pertanyaan dari lelaki itu dan mereka saling terdiam beberapa menit.
1016.6K viewsCompletedAdded to Library 614 Times as mizukage ke 3
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status