Malam Pertama Sang Istri Kontrak
“Lagu kebangsaan rumah kita.”
Aisyah memandang ke arah dalam rumah, lalu berkata pelan, “Mas, aku pengen satu hari nanti toko ini bukan cuma tempat jualan. Aku pengen orang yang datang ke sini ngerasa tenang, kayak yang aku rasain sekarang.” Arga menatapnya, matanya lembut. “Kalau kamu yang ada di dalamnya, toko ini bakal jadi tempat paling hangat di dunia.” Aisyah tertawa pelan sambil menepuk bahunya. “Kamu tuh, Mas, kalau ngomong kayak gini, aku bisa jatuh cinta lagi tiap hari.” “Emang harus,” jawab Arga cepat, “soalnya aku juga jatuh cinta lagi tiap kali kamu senyum.”
Hot Chapters