Pelajaran Panas Dengan Ayah Muridku
“Angin.”
“Angin yang masuk ke hidung kamu?”
Arvendra menghela napas, seolah lelah sama logika Anindya. “Kamu ribet.”
Anindya mendengus. “Aku peduli.”
Arvendra tidak menjawab, tapi langkahnya melambat sedikit, menyesuaikan dengan langkah Anindya.
—
Jam menunjukkan hampir pukul tujuh malam. Di kejauhan, suara tawa kru, bunyi grill, dan musik kecil terdengar dari area BBQ.