PENDEKAR TAPAK DEWA
"Tuan sedang berada di ibukota Kerajaan Tambora. Nama saya La Mbila, pemilik gubuk ini. Dan ini La Hiri, isteri saya. Saya seorang nelayan. Dua hari yang lalu saya menemukan Tuan terombang-ambing tak sadarkan diri di tengah laut."
Jenderal Hongli memejamkan matanya sesaat, mengingat kembali kejadian yang dialaminya, lalu berkata dengan suara agak parau. "Oh, iya. Perahu saya memang mengalami kehancuran akibat dihantam badai laut. Saya menyelamatkan diri dengan menggunakan papan pecahan perahu. Kemudian saya tak sadarkan diri akibat kelelahan. Ooh, rupanya Dewata Agung masih memberi saya kesempatan untuk hidup. Dan saya sangat berterima kasih kepada Ama dan Ina berdua, karena telah menyelamat