Aku, istri kedua
Aku mengangguk.
Seusai adzan isya’ kami melakukan jamaah bersama, hingga setelah doa selesai, sebuah salam terdengar dari kyai mushola, beberapa pemuda dan pemudi memberikan sebuah Snack untuk para jamaah yang telah hadir.
Suara khas lelaki itu terdengar khidmat, dari gaya bicaranya membuat ku terenyuh untuk terus mendengarkan kata demi kata yang ia ucap. Meskipun aku tak tahu siapa yang berucap karena sap perempuan dan saf lelaki di beri sekat. Tapi aku yakin lelaki yang sedang ceramah itu memiliki ilmu agama yang lebih. Bahasanya begitu santun.