Aku Menyerah, Mas!
Padahal, ini bukan akad pertamaku, tapi rasanya lebih gemetar dari saat menikah dengan Fauziah dulu.
Melalui pengeras suara, pembawa acara memulai susunan acara. Sesuai syarat dan permintaan mempelai wanita, aku harus membacakan surat Ar Rahman juga surat Al-Baqarah sebagai syarat mutlak untuk menikahi dia, sebelum ijab kabul dimulai.
Hingga saatnya yang ditunggu-tunggu tiba, Abah menjabat tanganku dan memindahkan seluruh tanggung jawab serta dosa-dosa Ranara di pundak ini.