Neng Zulfa
"Subuh tadi ada tetangga yang memberi hasil kebunnya ke Umi. Satu keranjang penuh. Abah menyuruh membawakan beberapa buat kamu sebelum sisanya dikasihkan ke mbak-mbak santri. Jambu biji merah sangat bagus untuk ibu hamil."
Pelita menerimanya dengan mulut sedikit ternganga. "Uh, terima kasih, Mbak," kemudian katanya.
"Iya, sama-sama." Ratna mengangguk, berujar pamit, lalu segera melenggang dari hadapan Pelita.
Pelita pun membawa kresek berisi buah-buah jambu itu masuk ke dalam kamar dengan perasaan campur aduk. Ia tidak menyangka Kiai Hisyam dan Ratna bisa seperhatian itu kepadanya.
Hot Chapters