Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pernikahan Toxic

Pernikahan Toxic

Masalahnya semua benda-benda tersebut dalam keadaan kotor dan ada sisa makanan yang sudah berjamur. "Aaahk … apa itu," jerit Tiara saat ia merasa ada sesuatu naik ke tangannya. Ia meloncat-loncat tidak jelas sambil mengibas-ngibaskan tubuhnya. Bruk Tiara terjatuh, di samping meja tempat Diana meletakan makanan. Tiara mengendus bau busuk di tempat ia terjatuh. Tampaknya bau tersebut berasal dari sebuah bungkusan yang sebagian plastiknya sudah digigit hewan pengerat. Tanpa rasa jijik Tiara kembali penasaran dengan bungkusan tersebut. Ia membukanya seakan rasa penasaran itu akan membunuhnya jika tak membuka bungkusan tersebut. saat bungkusan tersebut terbuka, terpampang makanan yang membusuk. I
9.64.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 171 kali sebagai mulut busuk
Baca
+Pustaka
MADU HITAM

MADU HITAM

Justin mengepalkan kedua tanganya dan menatap lurus, dengan deru napas kasar. Pembawa acara, mengambil mikrofone dan berkata "Barang lelang kali ini Ada kalung liontin permata biru, yang terbuat dari giok dan berilan." Sebuah kain penutup di buka. Kilauannya memantulkan cahaya. “Harga dimulai dari tiga miliar.” Justin terpaku sesaat. “Tiga dua.” jackob berkata sambil mengangkat papan nomor. “Tiga emat.” sambung yang lain.“Tiga tujuh.”kata pria berkaca mata. Justin masih terdiam mengamati, Jackob terkekeh, lalu kembali mengacungkan papan nomornya. “Lima miliar.” sambung Jackob, lalu menyunggingkan seulas senyum.“Apakah ada yang lebih tinggi, dari nomor dua?” dengan percaya dirinya Justin berk
929 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai mulut busuk
Baca
+Pustaka
Adikku Ingin Jadi Maduku

Adikku Ingin Jadi Maduku

Mulai dari telur, tomat busuk, buah busuk, sayur busuk, tepung, bola berisi air yang mana akan pecah ketika mengenai tubuh mereka sehingga keduanya pun akan basah. Bau tak sedap pun mulai menguar dari keduanya. Bagus yang melihat itu tentu saja terkejut. "Ini kenapa seperti ini?" tanyanya dengan diiringi tawa. Entah kenapa melihat itu dia malah merasa bahagia. Melisa pun menahan senyum. Dia memggeleng pelan. "Melisa juga tidak tahu, Pa."
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai mulut busuk
Baca
+Pustaka
Ellipsis

Ellipsis

Di tempat ini pula badak-badak itu berkeliaran, berkubang dan mencari makan siang. “Luas seluruh area ini seratus hektar dan dihuni empat ekor badak; Bina, Torgamba, Ratu dan Rosa. Torgamba yang tertua dan satu-satunya pejantan. Sementara Rosa...” kalimat Muharor terhenti sejenak sembari menunjuk seekor badak yang seluruh tubuhnya masih dipenuhi lumpur dan berjalan ke arah kami. Tubuh badak itu tampak berurat dan berwarna cokelat kemerahan, entah karena memang itu warna aslinya atau disebabkan oleh lumpur yang melekat di kulitnya usai berkubang. “Ia yang termuda. Usianya baru dua puluh tahun. Ia ditemukan delapan belas tahun lalu di sekitar kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan saat s
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 146 kali sebagai mulut busuk
Baca
+Pustaka
Sang Pemilik Takdir Langit dan Tujuh Wanitanya yang Cantik

Sang Pemilik Takdir Langit dan Tujuh Wanitanya yang Cantik

"Dan juga menurut catatan dari beberapa alkemis dan tabib besar, daging beast babi hutan sebenarnya tidak layak untuk dijadikan makanan apabila tidak dimasak dengan benar karena daging beast babi hutan tersebut mengandung larva dan cacing yang membahayakan bagi yang memakannya." "Jadi jika ditanya hubungannya sudah jelas sangat berhubungan,yang namanya bangkai sudah pasti dikerubuti lalat dan serangga lainnya,lalat lalat itu yang menyebarkan penyakit ini pada beast babi hutan lainnya, jika merunut waktu yang nona tadi sampaikan, ada kemungkinan beast babi yang dikonsumsi oleh Tuan muda itu dan Nona Shi Jia adalah beast yang terjangkit oleh penyakit ini," jelas Tian Zhi panjang lebar. Sengaj
1016.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 433 kali sebagai mulut busuk
Baca
+Pustaka
KSATRIA TIGA JAMAN

KSATRIA TIGA JAMAN

Selagi duduk menikmati makan siang, tiba-tiba terdengar teriakan salah satu pekerja dari kelompok orang-orang Madura yang berseru marah “Buuuaah…sial, kukira buah Wilwa ini manis rasanya, ternyata rasanya sangat tikta. Kenapa buah Wilwa yang tikta ini tumbuh banyak di hutan ini?” Teman-temannya hanya menertawainya “Ha ha ha ha…dasar rakus, buah gak enak dimakan, makanya jangan asal nyaplok buah-buahan di hutan yang rasanya belum tentu enak!” Wilwa adalah bahasa jawa kuno untuk buah Maja dan tikta artinya pahit, beberapa jenis buah Maja ada yang manis dan bisa dimakan, tetapi ada pula yang pahit rasanya dan memabukan jika dimakan.
1023.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 526 kali sebagai mulut busuk
Baca
+Pustaka
Madu Pilihan Mertua

Madu Pilihan Mertua

Rasa sesak yang sulit diungkapkan memenuhi seluruh ruang di dadanya. Wita menjerit sambil menutup mulutnya, tubuhnya limbung. “Cucuku, oh cucu laki-lakiku. Kenapa jadi seperti ini, Tuhan." Tangis Wita pecah. “Tidak mungkin. Maira, kenapa kamu tidak bilang dari awal?”
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai mulut busuk
Baca
+Pustaka
PEMBALASAN DENDAM SANG LADY

PEMBALASAN DENDAM SANG LADY

Mereka berdua berjalan menuju tempat warga biasa berkumpul, di sana Tetua Lumor sedang memeriksa kantong kecil berisi beberapa gandum kasar dan beberapa umbi kotor yang masih menempel tanah. “Lady Eveline,” panggil Tetua itu pelan. Eveline menoleh, tatapannya serius. “Apa kalian masih memiliki makanan yang cukup di sini?” Tetua Lumor menghela napas panjang, menatap gandum yang hanya memenuhi separuh mangkuk kayu. “Yang tersisa hanya sedikit, Lady. Gandum ini pun sudah lama kami simpan, rasanya sudah mulai berbau. Kami hanya memiliki umbi-umbian yang tumbuh liar di sekitar rawa, tetapi... terkadang racunnya membuat perut kami sakit jika salah mengolah.”
1013.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 505 kali sebagai mulut busuk
Baca
+Pustaka
Segitiga Penguasa - Sudut Pertama

Segitiga Penguasa - Sudut Pertama

Berusaha memuntahkan seluruh isi perutnya. Sambil tertawa kecil, Babru mengikuti dari belakang. “Oh, iya. Ada tambahan beberapa bahan lagi," kata Babru. "Tadi aku sempat memungut beberapa buah yang telah busuk. Kupikir, sangat disayangkan apabila buah-buah itu harus membusuk tanpa ada yang memakannya, jadi kutambahkan saja ke dalam masakanku. Dan karena di dalamnya terdapat banyak sekali belatung dan tambahan cacing tanah, maka sepertinya bahan-bahan itulah yang membuat masakanku terasa semakin lezat.”
1010.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 249 kali sebagai mulut busuk
Baca
+Pustaka
Mutiara Hati Yang Terabaikan

Mutiara Hati Yang Terabaikan

Masayu menyibakkan rambutnya ke belakang sehingga tampaklah belah tengah di kepalanya lalu berujar, “Aku tahu dia sangat ringkih. Tapi tubuh yang jelek itu tertutupi oleh gamis dan jilbab besar. Raden, apa kau bisa menikmati tubuh wanita yang berpenyakitan? Kalau aku jadi diri mu, aku tidak akan pernah sudi.” Molek merapikan posisi duduknya, menatap putranya sambil mengejek dan berkata, “Walaupun dia makan lima kali sehari, tidak akan pernah bisa gemuk. Karena dia memang penyakitan. Hehe.” Masayu meresponsnya dengan ikut ketawa.
2.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai mulut busuk
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status