DONATUR ASI JADI CINTA CEO
Di kejauhan, ia melihat kilatan cahaya biru dari sebuah drone yang melayang rendah, tepat mengarah ke gedung ZW Corp.
“Ini bukan pemadaman biasa,” gumam Yaros. “Ini serangan.”
Detik berikutnya, sistem darurat gedung menyala. Namun bukannya alarm biasa, layar digital besar di ruang rapat utama tiba-tiba menampilkan wajah Elizaveta. Rambut pirangnya tertata rapi, senyumnya dingin.
“Selamat malam, Nadine … Yaros.” Suaranya menggema ke seluruh gedung, terdengar di setiap speaker.