Sang Dukun Seruling Dan Muridnya
Gunung Kumulus terguncang oleh kabar tentang pembantai misterius. Monster level tinggi ditemukan hanya tinggal tulang. Kawanan predator berkumpul untuk membalas dendam. Mereka tidak tahu siapa lawan yang mampu menghancurkan ras mereka seorang diri.
Arum Sekar muncul sebagai tokoh yang sama sekali tak biasa. Penampilannya lusuh. Baju dan serulingnya bernoda darah. Dia dukun seruling yang lebih mahir membunuh daripada memasak. Dengan tangan kosong dan seruling bambu yang menyimpan pisau, dia menumpas kawanan monster tanpa kesulitan. Sikapnya acuh sedikit gila, dia sering salah sasaran, tapi hasilnya tetap brutal.
Sekar ingin mencari koki. Dia bisa menangkap ikan lebih besar dari elang dengan trik konyol. Tanpa sengaja dia menyaksikan konflik lain yang jauh lebih berbahaya.
Konflik itu melibatkan Lekir dan Mozan. Mereka berebut sebuah batu akik berbahaya yang menyimpan rahasia dan membawa kutukan. Lekir rela terluka dan berkorban demi menjaga batu. Mozan mengejar dengan kebengisan. Sekar campur tangan sebagai penghibur yang menyulut ketegangan. Musik serulingnya mengubah duel menjadi tontonan yang makin mencekam.
Akhirnya cerita ini menautkan tiga benang utama yang saling berkaitan. Misteri pembantai dari balik gunung. Rahasia batu akik yang bisa mengubah nasib. Dan Arum Sekar, wanita dengan seruling, yang bergerak di antara darah, tawa, dan kelaparan kuliner. Pertarungan besar dan rahasia gunung menanti untuk terungkap.