Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ibu Empat Anak: Beda Bapak!

Ibu Empat Anak: Beda Bapak!

, pikirnya dalam hati, sembari terus memutar otak mencari jalan keluar dari situasi ini. Melati makin bersemangat, seolah tak mau kehilangan momen untuk promosi. “Mutiara ini anaknya Tante Miranda. Dia itu lulusan University of Melbourne,” ucap Melati dengan nada kebanggaan yang sama seperti seorang sales kompor gas sedang memperkenalkan produknya. “Mutiara juga pinter masak, menguasai lima bahasa, ya kan, Tiara? Dan yang paling penting, dia itu bener-bener setia sama keluarga!” Bima hanya bisa tersenyum kaku, seolah wajahnya sudah dipasang topeng kehabisan ekspresi. Matanya melirik cepat ke arah Mutiara, yang tampak berdiri dengan penuh percaya diri.
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai mutiara islami
Baca
+Pustaka
Istri Yang Menanti Sentuhanmu

Istri Yang Menanti Sentuhanmu

Aku malu dengan keadaanku yang tengah hamil. "Mel aku ngajak kamu kesini itu untuk menemani aku." Ujarnya. "Aku malu Mas, lebih baik kamu sama wanita yang direkomendasikan orang tua kamu." Sahutku. "Iya Daffa, Retha dari Singapura kesini untuk turut meresmikan restoran kamu, masa iya kamu abaikan begini." Sambil berkata demikian, mata Mama Mas Daffa melirikku.
1032.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 935 kali sebagai mutiara islami
Baca
+Pustaka
Putri Istimewaku

Putri Istimewaku

Putri Istimewaku By. Hanafa 🌾🌾🌾 Kisah ini terinspirasi dari Kisah Nyata Seorang gadis kecil yang memiliki kelebihan melihat makhluk-makhluk tak kasta mata. Nama pelaku dalam cerita ini disamarkan. Beginilah kisahnya. 🌾🌾🌾 Saatku sedang tidur terasa ada yang keluar dari jalan lahirku. Kaget, panik, campur aduk yang aku lihat rembesan air aku pikir apakah ini air ketuban?
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai mutiara islami
Baca
+Pustaka
KARMA MERTUA

KARMA MERTUA

pamitnya padaku sambil melambaikan tangannya. "Iya Mas Wisnu, makasih banyak, Mas," sahutku sambil tergopoh-gopoh berjalan dari arah dapur. Alhamdulillah Intan setuju bekerja di toko istrinya Wisnu. Pertolongan Allah memang tak pernah berhenti untuk kami. Meskipun kabar Rita belum juga diketahui, dan setiap hari ibu hanya menangis meratapi nasibnya, namun Mas Daru selalu bersemangat menghibur ibunya tanpa lelah.
915.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 576 kali sebagai mutiara islami
Baca
+Pustaka
Utari

Utari

gumam Utari lagi. "Kau sudah merasa baikan ?" tanya seorang Ibu tua kepadanya ramah yang tiba-tiba sudah berada di belakang Utari. Utari terkejut dan menunduk. "Maaf... Iya aku sudah lebih baik Nyonya.." jawab Utari tertunduk. "Syukurlah kalau begitu, namaku Dyah Hartawan, Ibu dari Damar Hartawan, mungkin kau sudah bertemu dengannya beberapa hari yang lalu. Siapa namamu ?" tanya Bu Dyah.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai mutiara islami
Baca
+Pustaka
Janda Muda

Janda Muda

jelasnya lagi meyakinkan "Terserah apa katamu Ar. Yang jelas aku tak mau menikahkan anakku, Arinda Mutiara dengan anakmu jika Arinda masih dalam keadaan hamil. Aku tak mau lebih banyak menaggung dosanya. Kita jelas-jelas tau hukum-hukum Islam yang ada. Kita sama-sama lulusan pondok yang sama Ar, kalau kamu lupa"
108.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 307 kali sebagai mutiara islami
Baca
+Pustaka
MAWAR

MAWAR

"Kenapa berlebihan sekali? Panggil Mawar saja, jika di depannya kau boleh panggil aku nona," Anita hanya diam saja tidak tahu harus menjawab apa. "Lalu nama mereka siapa?" Tanya Mawar, yang dia maksud adalah tiga orang pelayan yang berjejer di dekat Anita. "Mereka semua asli penduduk Jepang, nona. Yang mempunyai rambut pendek itu namanya Akari, lalu perempuan yang memiliki kulit paling putih di antara mereka bernama Ami, dia orang yang bersahabat nona, dia teman pertama saya saat bekerja disini," ucap Anita tersenyum pada Mawar. "lalu yang terakhir yang memiliki tubuh paling pendek tapi memiliki wajah cantik, namamya Hanasita, pelayan yang lain biasa memanggilnya Hana. Oh ya nona, Hanasita a
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 216 kali sebagai mutiara islami
Baca
+Pustaka
Humaira (Hati yang Mendua)

Humaira (Hati yang Mendua)

"Bagaimana masakanku Sayang? Tumben nggak ada komentar. Biasanya berisik kurang ini dan itu." "Pas." Jawaban Dimas pendek. Segitu saja sudah membuat Humaira senang. Sangat sulit mendapatkan pujian dari Dimas. Laki-laki yang umurnya 20 tahun lebih tua darinya memang cerewet dalam hal selera masakan. Humaira mau menerima lamaran Dimas Husin Pratama karena dia seorang CEO PT. HUSIN PRATAMA yang bergerak di bidang properti. Mereka bertemu saat ada meeting. Humaira yang dulunya bekerja di sebuah anak cabang dari PT. HUSIN PRATAMA. Dimas terpesona oleh kecantikan Humaira yang berkulit putih kemerahan, tinggi semampai, dan berambut panjang bergelombang. Meskipun terpaut 20 tahun, namun Humaira teta
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai mutiara islami
Baca
+Pustaka
Suami Jantanku

Suami Jantanku

Sebuah keuntungan baginya dari segi persiapan pengerjaan yang relatif pendek. Tema yang diusung untuk resort di Kuta adalah kisah Dewa Siwa dan Dewi Parwati beserta anak-anak mereka yaitu Dewa Ganesha dan Dewa Agni. Kisah suci dari agama Hindu itu akan terukir dalam relief di tembok bangunan resort yang ada di Kuta.
10112.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.7K kali sebagai mutiara islami
Tampilkan Ulasan (9)
Baca
+Pustaka
agneslovely2014
Hello, Para Pembaca Setia Suami Jantanku. Terima kasih sudah mengikuti kisah Teja Kusuma sibling bersama Indra Gustavo dan Suzy Malika. Novel ini tamat di bab 109. Sampai jumpa di karyaku selanjutnya.
Erni Erniati
dengerin tuh Talitha. Indra tuh aslinya gk tulus nikahin kamu. dia tuh cuma pengen jadiin kamu supaya bisa dpt proyek di Bali. apalagi mister Rodrigo tahu klo Indra nikahin adeknya Brian. lngsung deh tanda tangan kontrak.
Baca Semua Ulasan
Resep Rahasia Sang Pecundang

Resep Rahasia Sang Pecundang

Wajan baru di tangannya, yang beberapa saat lalu terasa begitu ringan dan penuh harapan, kini seberat sauh yang siap menyeretnya ke palung keputusasaan terdalam. Mutiara Purba. Nama yang ia lihat dalam visi singkatnya, nama yang seharusnya menjadi titik awal dari bahtera penyelamatan mereka, kini telah menjadi merek dagang dari senjata pemusnah massal. Mereka tidak hanya satu langkah di depannya. Mereka telah tiba di garis finis, berbalik, dan menertawakannya saat ia baru saja mengikat tali sepatunya.
1.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai mutiara islami
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status