Mencintai Suami Adikku
“Kamu memang luar biasa, San, sudah menikahi adiknya, lalu menikahi kakaknya. Seharusnya, sejak dulu aku tidak menyerah pada Zahrah, jika tahu kalau akhirnya dia hidup menderita begini.”
“Bukannya Abang yang membuat dia menderita? Aku mencintai Zahrah, Bang, itu yang harus Abang ingat. Pulang saja, Bang, selagi aku berbicara dengan baik.”
“Tidak perlu bicara denganku, San. Pria munafik sepertimu, menyimpan banyak rahasia dari Zahrah. Menjijikkan! Bahkan aku malu mengakuimu sebagai saudara!”
“Diam! Abang tidak tahuu apapun soal hidupku, jadi jangan menilaiku sesuka hatimu.”