Terapis Pembawa Petaka
Suamiku, Dirga, berdiri di depan pintu dengan setelan jas mewah berwarna abu-abu perak.
Sinar matahari menyinari sosoknya melalui kaca, menambah aura elegan dan misterius dalam dirinya. Dia seperti bunga yang sedang mekar sempurna, menunggu untuk dipetik.
Detik berikutnya, bibir Dirga mendarat di keningku. "Sayang, kamu pasti sangat menderita dalam beberapa hari ini."
Aku baru akan mengomel tentang sikap arogan dan kasar terapis yang bertanggung jawab atas diriku, tiba-tiba terapis itu menghampiriku dengan sikap antusias, memeriksa kondisi tubuhku.
Bab Populer