Mantiko Sati - Kitab 1: Harimau Dewa
Dan ia lantas menyentak kekang kuda, meninggalkan kawasan itu lebih dulu daripada Rumada.
“Baiklah Datuak Sani,” ujar Rumada kepada pria tua itu. “Hari ini, aku merasakan sendiri kesaktianmu. Dan ya, kabar burung itu memang benar adanya. Permisi!”
Datuak Sani hanya menyeringai saja mendengar itu. Ia terus berdiri di sana, mengawasi ketiga orang itu berlalu dari kawasan rumahnya. Bagaimanapun, dengan keberadaan keping ketiga Teratai Abadi padanya, tentulah orang-orang seperti ketiganya itu akan datang lagi dan lagi. Ini hanyalah permulaan saja, pikirnya.
Chapitres populaires