Kehidupan Kedua
Seakan menjanjikannya tempat aman di sisi sang pemuda.
Di kehidupan sebelumnya, maupun di kehidupan sekarang, yang ada di hadapannya.
"Langitnya gelap. Biasanya ada bintang, meski tidak banyak. Tapi semuanya lenyap malam ini." Narendra berkata lirih. Masih memusatkan mata sekelam malamnya pada hamparan kelam di atas sana.
"Kamu nggak bertanya, kenapa aku menangis seperti orang gila tadi, Naren?" tanya Nadisa pelan.