PELITA DI TENGAH GELAP
Ia menatap halaman kosong terakhir, lalu menulis pelan, huruf demi huruf:
“Kami bukan keluarga sempurna. Kami masih bisa salah, masih bisa sedih, masih bisa khawatir.
Tapi setiap kali gelap datang, kami selalu nyalakan pelita kecil di hati kami.
Dan selama pelita itu ada, kami tahu kami tidak akan pernah benar-benar hilang.”
Dina menutup buku itu, meniup lilin kecil di atas meja.
Di luar, suara hujan turun perlahan. Tapi kali ini, ia tidak takut lagi.
Ia berjalan ke kamar, melihat Dion dan Dinda yang tertidur berdampingan. Dina tersenyum, berbaring di sisi mereka, dan memejamkan mata dengan tenang.
Pelita itu, yang dulu nyaris padam, kini menyala lagi kecil, tapi cukup untuk menerangi seluru
Capítulos em Alta