Wonderstruck
“Perutku kenyang, tapi aku tetap ingin makan sesuatu yang agak pedas.”
Amara tersenyum sembari menatap Ji Hwan. Mereka masih berjalan bersisian menuju area parkir, tempat mobil Amara terparkir. “Sama. Terlalu banyak makan yang manis-manis, memang bikin rada enek. Eh, kamu tau artinya enek, kan?”
Tawa Ji Hwan pecah. “Aku tau. Kakakku selalu memastikan supaya aku nggak pernah lupa bahasa Indonesia,” sahutnya. “Kita makan dulu, ya?”