Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bu, Aku Menantu Atau Babu?

Bu, Aku Menantu Atau Babu?

Bahkan aku juga sudah minum berbagai macam ramuan herbal, ke dokter pun sudah bosen bolak-balik periksa dan kata mereka aku normal, tak ada masalah. "Makanya kalau orangtua ngasih saran itu dilakukan bukannya malah nolak. Dibilangi suruh ke Mbah Sarim kok gak mau, dia itu dukun terkenal di kampung ini," sahut Bapak mertuaku. Mbah Sarim memang dukun terkenal di kampung ini. Banyak pasangan yang lama belum mempunyai keturunan datang ke tempatnya dan beberapa orang sudah berhasil.
1019.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 549 kali sebagai nomor dukun pelet
Baca
+Pustaka
Kelakuan Aneh Mertua dan Suamiku Saat Aku Pulang Kampung

Kelakuan Aneh Mertua dan Suamiku Saat Aku Pulang Kampung

Ia sering juga pesan nasi uduk Ibu. [Oh iya. Boleh saya minta nomor ponselnya?] [Boleh. Sebentar.] Aku menunggu Pak RT memberikan nomor ponsel warganya yang berprofesi sebagai pengacara. [Ini, Bu. Namanya Bagas. Ini nomornya 0856××××××××] Ketika kulihat kok nomornya sama dengan nomor ponsel Pak RT. [Ini sih nomor Pak RT. Jangan-jangan Pak RT pengacaranya?]
9.54.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 165 kali sebagai nomor dukun pelet
Baca
+Pustaka
Gairah Terlarang Sahabat Suamiku

Gairah Terlarang Sahabat Suamiku

"Ritual apa sih? Lalu dimana ritualnya ? Ayolah kasih tahu aku." "Ke rumah Mbah Kemuning," ucap Linda. "Mbah Kemuning? Siapa dia?" tanya Novi. Linda beranjak dari tempat duduknya, ia mengambil kertas dan menuliskan sesuatu di atasnya. Lalu ia memberikan kertas itu kepada Novi. "Mbah Kemuning itu dukun pelet. Ini alamatnya. Kamu langsung ke sana saja." Novi membuka kertas itu dan membaca alamat yang tertera di sana.
1043.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai nomor dukun pelet
Baca
+Pustaka
Istri Yang Kau Sia-siakan Ternyata Wanita Terhormat

Istri Yang Kau Sia-siakan Ternyata Wanita Terhormat

Ia tak mau mengambil risiko dengan susuk yang konon bisa membawa bencana jika pantangannya dilanggar. “Kayaknya gue nggak berani pake susuk deh. Tapi, dukunnya bisa bantu dengan cara lain, nggak?” Tedy akhirnya bertanya, suaranya lebih pelan, menandakan ketertarikan yang terpendam. Pria itu tertawa kecil dan menepuk bahu Tedy. “Oh, bisa banget, bro. Dukun itu jago juga dalam hal pelet. Kalau lo mau ngejar cewek, dia bisa bantu. Banyak yang berhasil kok.”
9.437.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai nomor dukun pelet
Baca
+Pustaka
Ganteng-Ganteng Duda

Ganteng-Ganteng Duda

Urusan Lia sebagai pengasuh hari ini toh sudah selesai kan? Jadi Lia ingin segera beristirahat dengan nyaman dan tenang tanpa gangguan dan bayang-bayang Gilang. Mas Vino adalah seorang dosen, mengajar di universitas ternama di kota mereka saat ini. Lulusan luar negeri yang diagung-agungkan. Selain bekerja sebagai dosen, Mas Vino juga menyeling mengurusi perusahaan keluarga yang bergerak di bidang makanan. Beberapa restoran bintang lima di pusat kota adalah milik keluarganya yang sudah kaya raya sejak lama.
776 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai nomor dukun pelet
Baca
+Pustaka
Ternyata Suamiku Dukun Nakal

Ternyata Suamiku Dukun Nakal

Berita itu muncul di TV. Klinik Pijat Bira, berkedok pijat urut, padahal klinik dukun mesum. Pelaku saat ini tengah dicari keberadaannya oleh pihak kepolisian. Lunar begitu terkejut saat ia mengenali tempat yang sedang menjadi tontonan banyak orang. Itu adalah klinik suaminya.
1012.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 404 kali sebagai nomor dukun pelet
Baca
+Pustaka
Duda Tetangga

Duda Tetangga

"Oo, kita kebetulan ketemu di sini. Aku lagi nunggu pesanan saat kamu dan Om kamu datang ke tenda pecel lele ini. Terus aku nyapa kamu, tapi kamunya malah pingsan." "Masa, sih?" "Cataplexy-mu sepertinya belum hilang ya, Ai." "Ih, Yuda. Kalau manggil aku selalu Ai. Panggilan aku tuh, Ica bukan Ai." "Yah, habis waktu SMA kan ada temen kita juga yang panggilannya Ica. Aku nggak mau ketuker aja pas manggil." "Oh iya, si Marisa Dekaban, kan? Yang orangnya centil kaya bekel." Ica dan Yuda pun tertawa mengenang teman masa SMA-nya.
108.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 168 kali sebagai nomor dukun pelet
Baca
+Pustaka
Duke Laurent, Kau Kah Di Ranjangku?

Duke Laurent, Kau Kah Di Ranjangku?

Ia mulai mengoleskan obat pada pergelangan tangan Helena yang memerah, kemudian menyerahkan beberapa ramuan kepada Dorote. "Pastikan beliau beristirahat. Jangan biarkan beliau terkena udara malam selama beberapa hari." "Saya mengerti, Dokter," jawab Dorote cepat. Selama pemeriksaan berlangsung, Tom tetap berdiri di dekat pintu. Baru setelah dokter selesai, ia melangkah maju sambil membawa sebuah amplop bersegel lambang keluarga Laurent.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai nomor dukun pelet
Baca
+Pustaka
Duka Sang Putri Tertawan

Duka Sang Putri Tertawan

Lelang dimulai. Aku menggenggam papan penawaran, mataku menatap panggung, menunggu nomor lot 47. Akhirnya, juru lelang mengangkat kalung mutiara itu. "Lot nomor 47, sebuah kalung mutiara yang menakjubkan. Penawaran dimulai dari delapan miliar rupiah." Aku segera mengangkat papan. "Delapan miliar."
8.9251.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.0K kali sebagai nomor dukun pelet
Tampilkan Ulasan (136)
Baca
+Pustaka
ailee
•ceritanya bagus dan krn cerpen jd tamat di bab 22. si fl nya juga sangat logis dan tegas. •kalau mau baca cerpen tinggal bayar untuk baca dgn pilihan seminggu/sebln/setahun, pilih mana suka. saran saya tdk perlu top up koin untuk baca cerpen ini, kecuali mau beri dukungan k author baru top up koin.
Nurlaily vianaz
Ini cuma smpe bab 22 ya? tp bagus deh klo cuma sampe situ dan tamat. Soalnya klo aku jd Sofia, gaakan pernah mau balik ke Vincent. Enak aja dia udh memperlakukan aku kyk gitu, trus mau minta balikan. Udh gitu Vincent ni tiap ngomong sm sofia kalimatnya kasar mulu. Aku jg pilih Alexander sm kyk Sofia
Baca Semua Ulasan
Pura-Pura Rebahan

Pura-Pura Rebahan

#Pura_Pura_Rebahan Part 30 : Oppa Meresahkan Ponsel di tanganku berdering, mau tak mau aktifitas menari-nari ala penari balet ini terhenti mesti dua putriku masih tetap berputar-putar dengan sambil berpegangan tangan. Eh, ini Zidan. Kulihat nama teman kolabku itu terpampang di depan layarnya. Aku duduk di sofa dengan untuk mengontrol pernapasan yang kini jadi ngos-ngosan.
1037.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 828 kali sebagai nomor dukun pelet
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status