Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Terjebak Gairah Siluman

Terjebak Gairah Siluman

"Satu kopi hitam pekat untuk Tuan yang gagah, dan satu lagi untuk Nona yang cantik." Wulan kembali ke meja pojok, meletakkan cangkir-cangkir itu dengan gerakan yang sangat pelan. Ia sengaja membiarkan jarinya bersentuhan dengan jari si pria gondrong saat meletakkan cangkir di depannya. Seketika, getaran gairah hitam yang pekat menyengat ujung sarafnya, mengirimkan gelombang kenikmatan sekaligus ngeri ke sekujur tubuhnya.
5.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 123 Beses bilang nona teh dan tuan kopi
Read
+Library
TEROR MAKHLUK PENUNGGU BUKIT LAMPU

TEROR MAKHLUK PENUNGGU BUKIT LAMPU

Kening Ronal berkerut dengan mata menyipit. "Karena Tiwi lebih gampang mereka kuasai. Kamu memiliki mental yang kuat, yang tidak gampang dikuasai oleh rasa takut. Karena itu mereka tidak bisa merasukimu," jawab Ustad Danu, kemudian dia meraih gelas yang ada di atas meja lalu menyeruput kopi yang ada di dalamnya. Tentu saja setelah menawarkan Ronal. Ronal pun ikut menyeruput kopi yang tadi dihidangkan istri Ustad Danu. Setelah mengembalikan gelas kopi ke tatakkan, Ronal berniat untuk bertanya.
6.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 197 Beses bilang nona teh dan tuan kopi
Read
+Library
TAKDIR KEDUA

TAKDIR KEDUA

ujar Diandra lagi. Dirga terkekeh. “Ga apa-apa Mom, es aja.” “Ini kopinya produknya si Davi. Arabika Kintamani. Beda lho dengan rasa kopi yang lain. Davi ngambil dari petaninya langsung.” “Oh, Davi sekarang jualan kopi juga Mom?” tanya Andien. “Iya. Masih kopi kemasan sih, lagi nyari lokasi dia, mau buka café kecil katanya.”
1025.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 836 Beses bilang nona teh dan tuan kopi
Read
+Library
Tawanan Kastil Putih

Tawanan Kastil Putih

tanya Thea seraya menyodorkan secangkir kopi. “Very good!” sahut Aurora dengan semangat menerima kopi buatan Thea yang selalu nikmat itu. Sudah enam bulan berlalu, Aurora mulai terbiasa dengan semua pahit manis peristiwa demi peristiwa yang dialaminya. “Pemotretan terus si tuan,” gumam seorang pelayan lainnya yang sejak tadi berdiri di dekat Aurora. “Terima aja, Tuan Aaron memang menawan dari ujung kaki sampai ujung kepala,” sahut Thea diikuti tawa-tawa kecil beberapa pelayan lain.
106.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 152 Beses bilang nona teh dan tuan kopi
Read
+Library
Pakde, Masa Dia Terus, Aku Juga Mau

Pakde, Masa Dia Terus, Aku Juga Mau

Danu meracau dalam hatinya. Mereka dibawa duduk oleh sales yang melayani sejak tadi, bahkan mereka disuguhi kopi susu yang nikmat sekali. “Yakin mau ini? Ngga kegedean buat perempuan?” bisik Danu pelan pelan. “Engga. Kan, Susan suka yang gede gede.” Glek! Danu nyaris menyemburkan kopi yang ada di dalam mulutnya, tapi untungnya masih bisa ia telan dengan cepat.
1023.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 676 Beses bilang nona teh dan tuan kopi
Read
+Library
Pewaris Tunggal II: Skandal Cinta Masalalu

Pewaris Tunggal II: Skandal Cinta Masalalu

Mahyudin pun keluar dari toilet dengan rambut masih basah dan bau harum sabun. “Ini aku bikinin kopi jahe Ndan, tadi pas kita singgah di warung aku belikan, enak buat bikin tubuh hangat,” Isabel letakan gelas yang berisi kopi jahe panas, setelah memanaskan air melalui teko listrik.
1049.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.7K Beses bilang nona teh dan tuan kopi
Read
+Library
RUMAH KONTRAKAN ANGKER (Pulau Bisa, Maluku Utara)

RUMAH KONTRAKAN ANGKER (Pulau Bisa, Maluku Utara)

POV Asih Kubawa nampan berisi lima gelas, empat kopi dan satu teh. Sesampainya di ruang depan, kuhidangkan minuman itu di tengah-tengah kami. Lalu, bergabung dengan mereka. "Wiiihhh ... mantap! Baru datang langsung disuguhi kopi. Asih ini memang calon istri yang pengertian!" gombal papa Mirna.
1015.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 325 Beses bilang nona teh dan tuan kopi
Read
+Library
Istri Kedua Sang Majikan

Istri Kedua Sang Majikan

tanya Dion dengan suara yang pelan akan tetapi langsung mendapatkan hadiah tatapan yang tajam dari Panji. "Ada apa? Tanya Panji ingat tajam ke radio yang duduk di hadapannya. Dion hanya nyengir sambil memamerkan deretan giginya yang putih iya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Saat dia akan menjawab, seorang pelayan mengantarkan satu cangkir gelas kopi yang sangat harum dengan ciri khas kopi wanginya semerbak. Panji menghirup aroma wangi kopi itu dalam-dalam, ia merasa seperti mengenali wangi buatan kopi itu. "Silakan Tuan, kata pelayan itu menyodorkan gelas kopi di hadapan panji."
103.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 95 Beses bilang nona teh dan tuan kopi
Read
+Library
Cinta sang Lady Killer

Cinta sang Lady Killer

komentar Daniel lalu melanjutkan kembali sarapannya. Anya tersenyum senang. Ini pertama kali Daniel memujinya. "Aku pernah bekerja di cafe dan belajar bagaimana membuat kopi yang enak" Nada bangga terselip dalam ucapan Anya, gadis itu sedikit mengangkat wajahnya tampak angkuh. Bibir Daniel berdenyut, apa yang bisa dibanggakan kopi yang nikmat?. "Nilai plusmu hanya secangkir kopi"
108.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 220 Beses bilang nona teh dan tuan kopi
Read
+Library
Silakan, Urus Putrimu Tanpa Aku

Silakan, Urus Putrimu Tanpa Aku

Dia memajukan tubuh semakin dekat denganku, lalu berkata dengan pelan. "Mau kopi apa? Kopi susu, kopi late, moccacino, cappucino, atau ... kopi cinta?" Aku memajukan tubuh, mendekatkan diri pada wajah Soni yang berada beberapa senti di depan wajahku. Kedua tangan kulipat di meja, lalu berucap dengan suara yang berbisik. "Kopi Dangdut." Soni tertawa lepas membuat kedua temannya yang ada di meja lain bersorak menggoda. Aku hanya mengulum senyum, merasa malu karena jadi perhatian.
10499.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 20.0K Beses bilang nona teh dan tuan kopi
Read
+Library
PREV
123456
...
10
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status