Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Terpikat Cinta Sang CEO

Terpikat Cinta Sang CEO

Bisa merasa takjub melihat seseorang yang dia duga, tidak bisa melakukan hal lain, selain pekerjaan yang saat ini dia kerjakan. "Siapa saja bisa melakukannya, Nona!" ujar Daniel. "Tapi, aku kagum melihat cara mu membuat kopinya!" kata Adelia tersenyum memandang Daniel. Daniel menyerahkan kopi, yang sudah di raciknya itu kepada Adelia. Kopi terlihat mengepul, mengeluarkan aroma yang begitu wangi. Adelia menerima cangkir kopi dari tangan Daniel, dengan begitu senangnya.
1069.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai nona teh dan tuan kopi
Baca
+Pustaka
Pesona Istri Dari Desa

Pesona Istri Dari Desa

Dasar orang aneh. Rania dan Miss Dora salin berpandangan "Tuan ...." Ah, biarkan saja dengan mereka yang akan ceramah melihat tuannya minum kopi, lebih baik kunikmati secangkir kopi ini di taman belakang. Hidup sudah berat jangan makin berat hanya gara-gara secangkir kopi untuk tuan yang sok cool itu.
9.9519.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19.7K kali sebagai nona teh dan tuan kopi
Baca
+Pustaka
Jeratan Hubungan Tanpa Status

Jeratan Hubungan Tanpa Status

"Sekarang aku sudah kembali. Saatnya bagimu yang menjadi pengganti untuk pergi." Yuna menuangkan air mendidih ke dalam cangkir kopi. Dalam sekejap, aroma kopi memenuhi seluruh ruangan. Yuna mengendusnya dengan nikmat dan berkata sambil tersenyum, "Biji kopi yang diimpor dari Istaria sangatlah enak. Nona Qirana mau seberapa manis?" Qirana merasa bahwa ocehannya tak diacuhkan oleh Yuna.
9.7177.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.7K kali sebagai nona teh dan tuan kopi
Tampilkan Ulasan (65)
Baca
+Pustaka
Gavin Bolon
novel ini bagus tapi pasti masih lama tamatnya. Yuli sudah mati. tapi qirana masih hidup. sudah muncul Axel yang mirip Wano. muncul juga mama Axel yang hilang ingatan. Yuna adalah pengikut kecil axel.hal ini belum terungkap. Yuna adalah adik Yudi juga belum terungkap. siapa ibu qirana juga belum tau
Khalizah khanza
kok tamat sih, penjahat di blkang jordan siapa? dan atas dasar apa dia melakukan itu, blum lagi kluarga yang lain b mna? selvi b mna? yudha? dan kisah zanny dan yanuar b mna? dr. luna juga be mna? kasi slesai dong ceritanya, jngn gantung kek gini
Baca Semua Ulasan
Mantan Suami Memohon Cintaku Lagi

Mantan Suami Memohon Cintaku Lagi

“Kopinya udah dingin. Aku buatin yang baru, ya.” Tanpa menunggu jawaban, Dipa mengambil cangkir itu dan kembali menuangkan kopi hangat dari teko kaca. Nadira menerima kopi baru itu dengan anggukan ringan dan menyeruputnya perlahan, lalu memandang Dipa sejenak. “Ini udah malam. Kamu belum pulang?” tanyanya, suaranya lebih lunak sekarang. Dipa tersenyum kecil. “Mas Teguh nyuruh aku buat nganter kopi ke kamu. Katanya, ketemu kamu itu kesempatan langka. Aku gak boleh sia-siain.”
1023.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 866 kali sebagai nona teh dan tuan kopi
Baca
+Pustaka
Warung Kopi Dunia Bawah

Warung Kopi Dunia Bawah

Terlihat Dimas muda, berkeringat di balik kompor, menyambut pelanggan pertamanya (yang ternyata arwah tukang kredit). Toyo menyeduh dengan teliti, biji kopi dari rak ‘Memori’, air dari botol ‘Pengorbanan’, dan uap dari lilin ‘Niat Pertama’. Karina melantunkan mantra pelan: > “Dari teguk pertama, ke langkah yang hilang, Kami cari rasa yang belum sempat kembali pulang.” --- Secangkir kopi disajikan di depan Dimas. Uapnya tak harum seperti biasa, melainkan hangat... seperti pelukan ibu yang tak pernah selesai.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai nona teh dan tuan kopi
Baca
+Pustaka
Cinta Tanpa Tapi

Cinta Tanpa Tapi

Sekitar sepuluh menit, Ratna sudah kbali dengan dua cangkir kopi yang wanginya sangat menggoda. "Wangi banget ini, Non. Pakai kopi apa?" tanya pak Wook yang menyeruput kopi ya sedikit demi sedikit. "Pakai kopi yang di dapur la, Pak!" "Tapi kok beda, ya?" tanya pak Wook seolah sedang bermonolog "Beda tanganlah pak Wook." Aldo mencoba menggoda pak Wook. "Wah, ternyata kopi buatan Non mantap banget, kalah kopi buatan bik Nah. Ini seperti kopi bikinin ...."
9.856.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai nona teh dan tuan kopi
Baca
+Pustaka
Istri Untuk Suamiku

Istri Untuk Suamiku

Wanita itu menggerutu, tidak habis pikir di dunia ini ada pria seribet dan juga seangkuh Vano, di mana membuat kopi saja harus 10 kali adukan. "Ada-ada saja. Masa bikin kopi aja ribet banget," rutuknya sambil berjalan menuju pantry, setelah itu dia mengambil gelas kopi susu dan juga gula. "Eeh Mbak Caca, tumben bikin kopi? Biasanya teh hangat," ucap salah satu office boy yang ada di sana. "Iya Pak, ini bukan buat saya, tapi buat CEO pengganti dari Pak Andre."
1010.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 364 kali sebagai nona teh dan tuan kopi
Baca
+Pustaka
Di mana Rindu ini Kutitipkan

Di mana Rindu ini Kutitipkan

Otakku memang terlalu matematis. “Silakan Mas kopinya. Melihat dari bibirnya yang berwarna agak gelap, pasti Mas Adi Nugraha seorang perokok. Tentu perokok itu, lebih suka minum kopi daripada minut teh.” Sembari melihat papan nama kecil di mejaku. “Oh iya, terimakasih. Panggil saja nama saya Nugie, N-U-G-I-E.” Sembari meraba dompet dari saku celana belakang.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai nona teh dan tuan kopi
Baca
+Pustaka
Istri Berdosa si Bos Paranoid

Istri Berdosa si Bos Paranoid

Billy menyodorkan menu pada Michael dan Irene sambil berkata, "Coba kalian lihat, mau pesan apa?" "Kopi di sini lumayan enak." Layaknya seorang pembawa acara, Lidya berkata, "Biji kopi di sini pilihan pemilik tokonya, yang paling terkenal yaitu biji kopi Kona. Sekarang, biji kopi Kona sudah makin jarang ada. Bukankah sebelumnya kamu lumayan suka minum kopi? Mau coba segelas kopi Kona, nggak?" Irene menunduk dan menjawab, "Nggak perlu, aku minum teh susu saja."
1049.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai nona teh dan tuan kopi
Baca
+Pustaka
Dinodai Sebelum Malam Pertama

Dinodai Sebelum Malam Pertama

Pak Li yang sudah menyesap secangkir kopi arabika tersebut sampai terlihat cengo melihat tuan mudanya yang mirip seorang detektif. “Mas, kopi ya diminum bukan dilihatin,” ucap Pak Li. “Aku akan meminumnya dong Pak Li. Ini minuman terlezat karena dibuat oleh calon mama mertua.” Daniel menjawab dengan sekenanya dan penuh percaya diri. Beruntung hanya ada mereka berdua di ruang tamu. Nuha sibuk mengganti pakaian anaknya-anaknya dan mengemas barang-barang miliknya.
10147.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.1K kali sebagai nona teh dan tuan kopi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status