Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Passionate CEO - Malam yang Tak Terlupakan

Passionate CEO - Malam yang Tak Terlupakan

tanya WIlliam yang tiba-tiba saja sudah berada di sampingnya sambil membawa dua bungkus kopi. "Uh, La Cima," jawab Mysha sedikit kaget. Yang disebutkan oleh direktur itu adalah kopi-kopi termahal di dunia. Dia sendiri belum pernah mencicipinya, hanya pernah membaca artikel di majalah. William segera membuka bungkusan yang terbuat dari kain berserat kasar dan memasukkan biji kopi itu ke dalam mesin. Mysha menyingkir memberikan ruang bagi pria itu mengoperasikan mesin kopi.
1019.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 644 kali sebagai tentang kopi 99
Baca
+Pustaka
Hug Me!

Hug Me!

"Iya, menulis sejak SMP tapi baru berani cetak buku tiga tahun lalu." Bagi pecinta kopi, kopi bukan hanya minuman tapi teman untu berbagai kegiatan, kandungan kafein membuat orang bisa fokus tiga kali lipat, kopi juga menjadi jembatan obrolan manusia nyaman, termasuk Intan dan Bara. Sama-sama pecinta kafein. Berawal dari kopi, tema pembicaran terus berkembang hingga membuat penasaran Bara pada sosok Intan semakin bertambah.
1016.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 464 kali sebagai tentang kopi 99
Baca
+Pustaka
Istri Berdosa si Bos Paranoid

Istri Berdosa si Bos Paranoid

Billy menyodorkan menu pada Michael dan Irene sambil berkata, "Coba kalian lihat, mau pesan apa?" "Kopi di sini lumayan enak." Layaknya seorang pembawa acara, Lidya berkata, "Biji kopi di sini pilihan pemilik tokonya, yang paling terkenal yaitu biji kopi Kona. Sekarang, biji kopi Kona sudah makin jarang ada. Bukankah sebelumnya kamu lumayan suka minum kopi? Mau coba segelas kopi Kona, nggak?" Irene menunduk dan menjawab, "Nggak perlu, aku minum teh susu saja."
1050.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai tentang kopi 99
Baca
+Pustaka
Malam Tak Terlupakan Bersama Pamanmu!

Malam Tak Terlupakan Bersama Pamanmu!

kata Bu Alma memulai penjelasannya ketika mereka telah tiba di pantry. Jantung Darline langsung berdegup gugup. “Kenapa harus hati-hati?” “Karena Pak Hayden standar kopinya tinggi. Beliau penggila kopi, terutama espresso. Untuk kopinya, beliau maunya kopi arabika. Kemarin-kemarin sudah confirm dengan beliau, merk ini yang Pak Hayden paling suka. Jadi, kalau nanti habis, kamu harus pesan ke purchasing merk yang ini, ya.”
9.6176.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.6K kali sebagai tentang kopi 99
Baca
+Pustaka
Lara Dan Rasa

Lara Dan Rasa

POV Cahaya Pertama, aku gigit terus kunyah kopinya, biar ada gambaran suhu air, dan gilingannya seperti apa. “Aduh, gimana ya? belum pernah bikin kopi kaya gini lagi.” “Tenang cahaya, pelan-pelan pikirin.” Aku terus bertengkar dengan logika. “91… eh 92 deh… bentar takut kurang tinggi… 95 aja deh, sekali kali coba ah, orang ini terang banget kopinya” aku bergugam sendiri, untuk menentukan langkah menyeduh kopi.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai tentang kopi 99
Baca
+Pustaka
Kukacaukan Acara Keluarga Suamiku

Kukacaukan Acara Keluarga Suamiku

Sekitar 100 orang pekerja, dikerahkan untuk membantuku memanen kopi. Ada dua jenis kopi yang aku tanam, yakni Arabika dan robusta. Salah satu ciri khas kopi arabika adalah memiliki rasa yang sedikit asam dan warna yang tidak terlalu pekat. Sementara itu, kopi robusta cenderung memiliki rasa yang mirip dengan jenis kacang-kacangan, lebih pahit, dan kasar.
10134.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.3K kali sebagai tentang kopi 99
Baca
+Pustaka
Pelet Kopi Darah Haid

Pelet Kopi Darah Haid

Tidak ada yang curiga akan pembuatan kopi yang sedang Sumi lakukan namun, tak sedikit juga model wanita yang melirik kemana arah Sumi melangkah jauh bahkan hanya untuk membuat kopi. Sumi meyeduhkan air panas kedalam kopi yang ia buat, tak lupa pula ritual yang selalu ia gunakan untuk membuat kopi yang begitu enak untuk kekasihnya tersebut. Ia mulai membuka celana dalamnya dengan mata yang melirik ke segala arah, untuk memastikan tidak ada satupun orang yang mengetahui perbuatannya. “Ada apa dengan, Sumi, mengapa ia membuat kopi dengan cara mengendap dari semua orang bahkan sampai membuka celana dalamnya?” Sophia tak sengaja melihat dari balik pintu kamar mandi.
10592 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai tentang kopi 99
Baca
+Pustaka
Herrscher (Divina Futuri)

Herrscher (Divina Futuri)

“Campuran dalam kopi ini harus pas agar bisa dinikmati oleh yang meminumnya. Walaupun komposisi setiap bagiannya meskipun dengan takaran yang sama, dapat menghasilkan rasa yang berbeda bagi setiap orang yang menikmatinya. Sehingga takaran yang diperlukan memiliki jumlah yang berbeda bagi setiap orang.” Death menaruh kembali kopinya di meja, “Nah itulah yang kumaksud. Bukankah tata cara itu bersifat baku sehingga takaran yang didapatkan setiap orang adalah sama. Padahal setiap manusia memerlukan takaran yang berbeda. Sehingga untuk menikmati hidup mereka, tidak ada tata cara yang dapat dijadikan patokan.” Death membalas argumen Herrscher lalu mengangkat kembali cangkir kopinya. Ia mencoba men
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai tentang kopi 99
Baca
+Pustaka
Gairah Terlarang Sang Presdir

Gairah Terlarang Sang Presdir

"Ini toples biji kopi, ada enam toples dan masing-masing toples sudah kita beri nama daerah asalnya sekalian. Marvel mengangguk, lalu menunduk sedikit. Ia membuka salah satu toples itu dan mencium aromanya. "Hmm, saya suka aromanya. Meskipun kuat, tapi nggak nyengat. Selain itu, nggak terlalu basah dan kering juga, pokoknya pas deh. Apa di sini ada tim khusus yang menanganinya?" Pak Nizam mengangguk mantap. "Benar, Pak. Kita punya tim khusus yang mengatur ini semua. Untuk produk kopi ini, kita pakai metode oven manual supaya aroma aslinya tetap terjaga.”
101.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai tentang kopi 99
Baca
+Pustaka
Suddenly We Meet

Suddenly We Meet

Aduh, dia juga jadi ikut bingung karenanya. “Lo sekarang jadi suka kopi, An?” tanya Daren sembari menyeruput kopinya. Mengalihkan pembicaraan adalah jurus ninjanya, agar tidak ada kecanggungan di antara mereka. Ana melongo. Bahkan sekarang cara menyeruput kopi Daren, dinilai Ana sebagai salah satu tindakan paling estetik yang harus dimuseumkan saking kerennya. Caranya memegang cangkir, mencium aroma kopi, lalu meminumnya adalah sebuah mahakarya indah yang sulit untuk Ana lewatkan begitu saja.
107.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 235 kali sebagai tentang kopi 99
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status